KALIMANTAN TENGAH — Kepindahan venue ini bukan tanpa alasan. Manajemen Persib menilai rumput Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) belum siap digunakan. Pemeliharaan intensif tengah dilakukan agar stadion kebanggaan Bobotoh itu benar-benar prima untuk mengarungi seluruh rangkaian kompetisi musim ini.
Selain duel kontra Manila Digger, Persib juga memakai SJH saat menjamu PSM Makassar pada laga pembuka Liga 1 2026/2027, Minggu (6/9/2026). Dengan demikian, jadwal padat di awal musim tidak mengganggu proses pemulihan rumput GBLA.
Retribusi Rp160 Juta dan Bentrok Jadwal dengan FIFA
Penggunaan SJH tidak serta-merta mulus. Pemerintah Kabupaten Bandung memberikan respons karena stadion tersebut juga menjadi salah satu venue FIFA ASEAN Cup 2026. Persib harus menyesuaikan jadwal dengan agenda internasional tersebut.
Konsekuensi lain yang harus ditanggung adalah biaya sewa. Untuk pertandingan internasional seperti playoff ACL Two, tarif penggunaan SJH mencapai Rp112 juta jika kick-off sebelum pukul 18.00 WIB. Namun, karena laga digelar malam hari, Persib dikenakan retribusi sebesar Rp160 juta sesuai ketentuan daerah.
Sanksi AFC: Bobotoh Dilarang Hadir, Banding Ditolak
Laga tanpa penonton ini merupakan hukuman dari Komite Disiplin AFC. Sanksi dua pertandingan kandang tanpa Bobotoh dijatuhkan menyusul kerusuhan yang terjadi setelah laga melawan Ratchaburi FC pada ACL Two musim lalu.
Upaya banding yang diajukan Persib pun kandas. Komite Banding AFC menolak permohonan tersebut pada 13 Agustus 2026. Penyerang asal Brasil, Ramon Tanque, menilai situasi ini tidak akan banyak mengubah permainan timnya. "Mengenai bermain di stadion lain, saya rasa tidak akan banyak mengubah keadaan karena pintu stadion akan tertutup. Jadi, tidak akan ada suporter," ujar Ramon.
Laga Penentu: Tiket ke Grup E atau Turun Kasta
Duel melawan Manila Digger FC menjadi titik krusial bagi perjalanan Persib di Asia musim ini. Kemenangan akan membawa Maung Bandung melaju ke fase grup dan bergabung di Grup E ACL Two bersama FC Seoul, Melbourne City FC, serta The Cong-Viettel.
Namun, hasil negatif akan berakibat fatal. Persib dipastikan terdegradasi ke kompetisi level ketiga Asia, AFC Challenge League. Tekanan besar pun menghinggapi skuad asuhan Bojan Hodak untuk meraih hasil maksimal di kandang sementara mereka.
Ramon Tanque berharap kejadian kerusuhan yang berujung sanksi tidak terulang kembali. Ia menegaskan pentingnya menjaga perilaku agar Persib tidak menerima hukuman yang lebih berat di masa mendatang.