PALANGKA RAYA — Intensitas kebakaran lahan di Palangka Raya meningkat tajam pada puncak musim kemarau tahun ini. Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat, dari total 298 kejadian, sebanyak 188 kali karhutla terjadi di Kecamatan Jekan Raya. Wilayah Kecamatan Sabangau menyusul dengan 68 kejadian, disusul Pahandut 25 kali, dan Bukit Batu delapan kali. Satu-satunya kecamatan yang nihil laporan kebakaran adalah Rakumpit.
Lahan Gambut Jadi Perhatian Utama Petugas
Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kota Palangka Raya, Muhammad Heri Pauzi, menyebut penanganan dilakukan cepat pada setiap laporan yang masuk. Hal ini krusial karena sebagian besar titik api berada di lahan gambut yang berpotensi memicu kebakaran lebih luas dan sulit dipadamkan.
"Setiap laporan kebakaran ditindaklanjuti dengan mengerahkan personel beserta peralatan pemadaman ke lokasi. Penanganan dilakukan secara cepat agar api tidak meluas," ujar Heri di Palangka Raya, Kamis.
Sinergi Lintas Instansi dalam Pemadaman
Dalam operasi pemadaman, BPBD tidak bergerak sendiri. Kolaborasi melibatkan Manggala Agni, TNI, Polri, Dinas Kehutanan, Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA), pemadam kebakaran, relawan, hingga masyarakat peduli api (MPA). Perangkat kecamatan dan kelurahan di wilayah terdampak juga dilibatkan.
Sinergi ini mencakup pemadaman darat, patroli terpadu, pemantauan wilayah rawan, serta penyediaan sumber air di titik-titik yang berpotensi terbakar. Strategi ini dinilai mempercepat pengendalian api sebelum meluas ke permukiman warga.
Pencegahan Lebih Diutamakan daripada Pemadaman
Plt Kepala Pelaksana BPBD Kota Palangka Raya, Hendrikus Satria Budi, menegaskan bahwa upaya pencegahan jauh lebih efektif dibandingkan penanganan setelah kebakaran terjadi. Pihaknya gencar melakukan patroli rutin di kawasan rawan dan sosialisasi kepada masyarakat.
"Kami terus mengedepankan upaya pencegahan karena jauh lebih efektif dibandingkan penanganan setelah kebakaran terjadi. Edukasi kepada masyarakat juga terus dilakukan agar tidak membuka lahan dengan cara membakar," kata pria yang akrab disapa Budi ini.
Imbauan untuk Warga: Jangan Bakar Lahan
BPBD mengimbau masyarakat berperan aktif mencegah karhutla dengan tidak membakar lahan untuk tujuan apa pun. Warga juga diminta tidak membuang puntung rokok sembarangan di kawasan kering serta segera melaporkan titik api atau kepulan asap ke BPBD, aparat kelurahan, atau layanan darurat terdekat.
Menurut Budi, keberhasilan pengendalian karhutla tidak hanya bergantung pada pemerintah dan petugas lapangan. Kesadaran seluruh masyarakat menjadi kunci utama menekan potensi meluasnya kebakaran.
"Dengan keterlibatan semua pihak, potensi meluasnya kebakaran dapat ditekan sehingga dampaknya terhadap kesehatan, lingkungan, dan aktivitas masyarakat dapat diminimalkan," tegasnya.