PALANGKA RAYA — Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kian pekat menyelimuti Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah. Data Dashboard Karhutla Kota Palangka Raya mencatat ISPU pada pukul 11.00 WIB menembus 1.247, jauh di atas ambang batas kategori berbahaya.
Angka itu menjadikan kualitas udara Palangka Raya sebagai salah satu yang terburuk di Indonesia pada Sabtu (24/10/2026). Warga yang hendak beraktivitas di luar rumah diminta waspada.
Titik Terdampak: Jalan Yos Sudarso hingga Bundaran Besar
Kabut asap menutupi sejumlah kawasan utama, di antaranya Jalan Yos Sudarso, Bundaran Besar, dan Jalan Tjilik Riwut. Jarak pandang di beberapa lokasi diperkirakan kurang dari 100 meter.
Kondisi tersebut membahayakan pengguna jalan, terutama pengendara motor yang melintas di ruas-ruas padat. Sejumlah warga terlihat mengenakan masker saat berkendara maupun menjalankan aktivitas sehari-hari.
Warga Keluhkan Sesak Napas dan Pandangan Terbatas
Paparan asap menimbulkan keluhan langsung dari warga, mulai dari sesak napas hingga terganggunya jarak pandang ketika berkendara. Salah seorang warga, Hamid, mengaku kesulitan beraktivitas.
"Saya mau jalan tapi kabut asap meghalangi," kata Hamid.
Keluhan serupa disampaikan Sandy, warga lainnya. Ia berharap pemerintah menangani karhutla lebih serius agar kualitas udara kembali membaik.
"Sesak banget untuk pernapasan dan penglihatan semakin rabun. Harapannya pemerintah bisa melihat lebih dalam karhutla ini," ucap Sandy.
Harapan Warga: Karhutla Segera Dikendalikan
Warga berharap kebakaran hutan dan lahan di Palangka Raya segera dapat dikendalikan. Dengan begitu, kabut asap berangsur menghilang dan kualitas udara kembali normal.
Hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan resmi dari pemerintah kota maupun instansi penanggulangan karhutla mengenai langkah penanganan yang tengah dilakukan.