PALANGKA RAYA — BNPB menempatkan Kalimantan Tengah sebagai wilayah dengan luas area terbakar terbesar dalam laporan penanganan karhutla nasional. Luasan 16.097 hektare itu jauh melampaui dua provinsi lain di Pulau Kalimantan yang juga disebut sebagai wilayah vital. Data tersebut dirilis dalam konferensi pers daring yang digelar dari Kota Malang, Jawa Timur.
Berton Panjaitan menyebut tiga provinsi di Kalimantan sebagai kawasan yang perlu perhatian khusus. Kalimantan Tengah berada di posisi teratas berdasarkan luas lahan yang terbakar, sementara dua provinsi lainnya mencatat angka jauh lebih kecil.
Selisih Kalimantan Tengah dengan Dua Provinsi Lain Capai Belasan Ribu Hektare
Kalimantan Selatan tercatat memiliki area terbakar seluas 1.506 hektare. Adapun Kalimantan Barat mencatat sekitar 1.370 hektare. Jika disandingkan, luas karhutla di Kalimantan Selatan sekitar 14.591 hektare lebih rendah daripada Kalimantan Tengah.
Perbandingan itu memberi gambaran soal perbedaan skala dampak di ketiga provinsi. BNPB menegaskan angka tersebut membandingkan area terbakar di tiga wilayah yang menjadi perhatian, bukan menyatakan kondisi di daerah lain tidak perlu dicermati.
Angka 16.097 Hektare Belum Jelaskan Penyebab dan Dampak ke Warga
Laporan BNPB menyoroti besaran luasan, bukan jumlah titik kejadian. Data itu menjadi gambaran kuantitatif mengenai skala karhutla di Kalimantan Tengah.
Namun, angka tersebut belum menjelaskan penyebab kebakaran maupun dampak yang dialami masyarakat dan lingkungan. Informasi itu juga merupakan catatan pada saat konferensi pers berlangsung, sehingga perkembangan setelah 23 Oktober 2026 memerlukan pembaruan tersendiri.
Keterangan BNPB menjadi dasar untuk mengikuti laporan lanjutan soal penanganan karhutla di provinsi itu. Perubahan kondisi di lapangan tetap membutuhkan informasi terbaru dari instansi berwenang.
Mengapa Tiga Provinsi di Kalimantan Jadi Prioritas Penanganan
Berton menekankan tiga provinsi di Kalimantan sebagai wilayah vital dalam penanganan karhutla. Penekanan itu menempatkan perhatian pada skala regional, bukan hanya pada satu titik kebakaran.
Dalam cakupan tersebut, Kalimantan Tengah mencatat luasan terbesar. Dua provinsi lain tetap masuk kelompok wilayah vital meski luas area terbakar masing-masing tidak dirinci lebih jauh dalam laporan itu.
Penyajian data perlu mempertahankan dua hal sekaligus: cakupan perhatian pada tiga provinsi dan posisi Kalimantan Tengah sebagai daerah dengan area terbakar terbesar. Pembaca dapat melihat prioritas wilayah yang disebutkan tanpa menarik kesimpulan lebih jauh tentang keadaan masing-masing provinsi.
Laporan BNPB menegaskan besarnya area terdampak yang tercatat di Kalimantan Tengah. Keterangan resmi soal penanganan karhutla di provinsi itu dan wilayah lain di Indonesia masih menunggu pembaruan berikutnya.