PALANGKA RAYA — Koordinator aksi, Yosafat Menteng, menyatakan demonstrasi kali ini merupakan kelanjutan dari aksi sebelumnya yang belum menghasilkan pertemuan dengan kepala daerah. Mahasiswa meminta kesempatan menyampaikan tuntutan secara langsung, bukan melalui perantara.
“Kami menuntut bertemu gubernur, kami tidak percaya kalau gubernur tidak ada di tempat. Jadi ini lanjutan dari aksi sebelumnya sampai tuntutan kami didengar,” kata Yosafat di lokasi aksi.
Alasan Mahasiswa Kembali Turun ke Jalan
Pada demonstrasi sebelumnya, mahasiswa mengaku belum mendapatkan ruang untuk menyampaikan tuntutan kepada pihak yang memiliki kewenangan mengambil kebijakan. Kondisi itu yang mendorong mereka menggelar aksi lanjutan di kantor gubernur.
Fokus tuntutan tetap sama, yakni penanganan karhutla di Kalimantan Tengah. Mahasiswa ingin pemerintah provinsi mendengar langsung pandangan mereka, bukan hanya menerima aspirasi lewat perwakilan.
Harapan Pertemuan dengan Gubernur Kalteng
Yosafat menegaskan, mahasiswa masih berharap dapat bertemu langsung dengan Gubernur Kalteng. Pertemuan itu dinilai penting agar tuntutan terkait karhutla memperoleh respons konkret dari pemerintah daerah.
“Kami berharap demonstrasi kali ini dapat membuka kesempatan untuk menyampaikan tuntutan secara langsung kepada pemerintah provinsi,” ujarnya.
Hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan mengenai hasil pertemuan antara mahasiswa dan pihak Pemerintah Provinsi Kalteng dalam aksi lanjutan tersebut. Belum diketahui pula apakah gubernur akan menerima perwakilan mahasiswa atau menugaskan pejabat lain untuk menemui mereka.