PALANGKA RAYA — Aksi Rudiansyah membantu pemadaman karhutla di kawasan Petuk Katimpun menggunakan kostum Superman ternyata lahir dari trauma masa kecil. Pada 2015 silam, saat usianya sekitar lima tahun, ia menyaksikan langsung kebakaran yang membekas di ingatannya. Kini di usia 17 tahun, Rudiansyah merasa sudah cukup kuat untuk turun tangan membantu warga.
“Dia merasa prihatin. Sekarang dia sudah berumur 17 tahun dan merasa sudah bisa membantu. Dia tidak ingin kejadian seperti 2015 terulang lagi,” jelas Rolly saat ditemui di sekolah, Sabtu (22/8/2026).
Rutin Membantu Usai Pulang Sekolah
Berbeda dengan sukarelawan pada umumnya, Rudiansyah membagi waktunya antara belajar dan membantu masyarakat. Ia ikut serta dalam pemadaman api setelah pulang sekolah maupun di akhir pekan. “Sehari-harinya dia rajin. Dia ikut kegiatan pemadaman api setelah pulang sekolah dan saat Sabtu-Minggu karena tidak ada kegiatan sekolah,” ujar Rolly.
Konsistensinya berbuah perhatian besar. Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni, atas arahan Presiden Prabowo Subianto, secara khusus menemui Rudiansyah saat meninjau penanganan karhutla di wilayah Petuk Katimpun. Rolly menilai perhatian dari pejabat negara itu menjadi momentum positif bagi masa depan siswanya.
Harapan Agar Tak Sombong dan Tetap Fokus Belajar
Di balik apresiasi yang diterimanya, Rudiansyah berasal dari keluarga sederhana. Ayahnya bekerja sebagai nelayan dan ibunya adalah ibu rumah tangga. Semangatnya untuk bersekolah dan membantu masyarakat tidak pernah surut.
Rolly berharap pengalaman viral ini memotivasi Rudiansyah untuk semakin rajin belajar dan meraih kesuksesan. “Dengan kejadian ini, dia sudah tahu arah masa depannya. Ketika nanti sukses, mungkin dia bisa membawa nama Petuk Katimpun supaya lebih diperhatikan lagi oleh pemerintah,” katanya.
Meski mendapat banyak pujian, Rolly mengingatkan Rudiansyah untuk tidak berubah menjadi pribadi yang sombong. Pendidikan tetap harus menjadi prioritas utama. “Harapan kami dia semakin rajin sekolah dan tetap beraktivitas seperti biasa. Jangan sampai sombong dengan viralnya kejadian ini,” tegasnya.
Keselamatan Diri Tetap Utama
Rolly juga mengingatkan Rudiansyah untuk tetap mengutamakan keselamatan diri saat membantu pemadaman karhutla. Paparan asap dan api dapat membahayakan kesehatan, terlebih Rudiansyah masih berstatus pelajar. “Kami berpesan supaya lebih memperhatikan pengamanan diri, menggunakan masker, dan menjaga kesehatan. Harapan kami dia selalu sehat dan nanti menjadi orang yang sukses,” pesannya.
Perhatian terhadap Rudiansyah diharapkan pula membawa dampak positif bagi SMAN 10 Palangka Raya yang berada di kawasan pinggiran kota. “Dengan adanya ini, sekolah kami juga lebih diperhatikan lagi,” pungkas Rolly.