Presiden RI Prabowo Subianto tiba di Palangka Raya, Kalimantan Tengah, Sabtu sore untuk meninjau langsung penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah tersebut. Data Pos Komando Penanganan Darurat Bencana Karhutla per 21 Agustus 2026 mencatat telah terjadi 1.639 kejadian karhutla dengan luas area terbakar mencapai 4.499,21 hektare. Kedatangan orang nomor satu di Indonesia ini dilakukan setelah sebelumnya menyambangi Kalimantan Barat untuk agenda serupa.
PALANGKA RAYA — Presiden RI Prabowo Subianto mendarat di Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah (Kalteng), Sabtu sore, untuk memastikan langsung upaya pemadaman kebakaran hutan dan lahan yang masih terjadi di sejumlah wilayah provinsi tersebut. Ini merupakan kunjungan kedua Presiden dalam rangkaian peninjauan karhutla setelah sebelumnya meninjau kondisi di Kalimantan Barat (Kalbar).
Kedatangan Presiden di tengah kondisi darurat karhutla yang melanda Kalteng. Data Pos Komando Penanganan Darurat Bencana Karhutla per 21 Agustus 2026 mencatat luas lahan terbakar mencapai 4.499,21 hektare.
2.479 Titik Panas Terpantau pada 21 Agustus
Berdasarkan data harian, jumlah hotspot atau titik panas pada 21 Agustus hingga pukul 18.00 WIB mencapai 2.479 titik. Angka ini menunjukkan tingginya potensi perluasan area terdampak jika tidak segera diatasi.
Pemerintah pusat dan daerah telah mengerahkan kekuatan besar untuk menangani situasi ini. Sebanyak 10.700 personel gabungan diterjunkan ke seluruh wilayah Kalteng, terdiri dari BPBD, TNI, Polri, serta relawan.
Waterbombing dan Satgas Darat Dikerahkan
Penanganan dilakukan melalui dua jalur utama. Pertama, satuan tugas udara yang mengoptimalkan helikopter pengebom air atau waterbombing untuk menjangkau titik api di area yang sulit diakses darat.
Kedua, pengerahan satuan tugas darat yang bergerak melakukan pemadaman langsung dan pembasahan lahan gambut yang rawan api. Personel gabungan terus melaksanakan upaya secara berkelanjutan hingga api benar-benar padam.
Mengapa Karhutla di Kalteng Butuh Penanganan Ekstra?
Kalimantan Tengah memiliki luas lahan gambut yang sangat besar. Kondisi ini membuat api kerap menjalar ke bawah permukaan tanah dan sulit dipadamkan meski titik api di permukaan sudah mati.
Kunjungan langsung Presiden Prabowo diharapkan mempercepat koordinasi antara pemerintah pusat, TNI, Polri, dan pemerintah daerah dalam menekan jumlah titik panas serta mempercepat pemulihan lahan pascakebakaran.