SAMPIT — Penerbangan Super Air Jet rute Jakarta–Sampit gagal mendarat di Bandar Udara Haji Asan Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, Sabtu (22/8) siang. Pesawat dengan nomor penerbangan IU350 itu terpaksa kembali ke Jakarta atau return to base (RTB) setelah dua kali mencoba mendarat namun terkendala kabut asap tebal.
Pesawat yang membawa 148 penumpang, termasuk 2 bayi dan 1 anak-anak, bertolak dari Jakarta pukul 13.45 WIB. Penerbangan berjalan lancar hingga pesawat tiba di wilayah Sampit, namun pilot memutuskan tidak melanjutkan pendaratan karena kondisi asap membahayakan keselamatan.
Penumpang Sempat Berputar Dua Kali Sebelum Kembali ke Jakarta
Sari, salah seorang penumpang yang dihubungi dari Sampit, menuturkan pesawat sempat berputar dua kali untuk mencoba mendarat. Namun upaya itu gagal dan pilot memutuskan kembali ke Jakarta.
"Tadi cuma disampaikan bahwa kondisi rawan membahayakan keselamatan, sehingga pesawat kembali ke Jakarta. Tentu kita sepakat ini demi keamanan dan keselamatan," kata Sari.
Atas kejadian ini, seluruh penumpang mendapat pengembalian dana. Sebagian penumpang memilih jalur alternatif melalui Bandara Pangkalan Bun, Kabupaten Kotawaringin Barat, namun harus menunggu jadwal penerbangan esok hari.
Jarak Pandang di Bandara Haji Asan Sampit Capai Kondisi Minimum
Kepala Kantor Unit Penyelenggara Bandar Udara (UPBU) Kelas II Haji Asan Sampit, Abdul Haris, membenarkan kejadian tersebut. Kondisi asap membuat jarak pandang di bandara berada pada level minimum untuk operasional penerbangan.
"Keputusan RTB dilakukan karena kondisi cuaca di Sampit berupa asap yang menyebabkan jarak pandang berada pada kondisi minimum. Ini menjadi pertimbangan keselamatan dalam pelaksanaan penerbangan," ujar Abdul Haris.
Pembatalan pendaratan ini otomatis membatalkan penerbangan lanjutan IU351 rute Sampit–Jakarta yang dijadwalkan berangkat pukul 14.50 WIB. Waktu operasional bandara yang hanya hingga pukul 17.00 WIB juga menjadi pertimbangan, mengingat pesawat harus kembali dari Jakarta.
Karhutla di Sekitar Bandara Jadi Perhatian Serius
Keberadaan titik api di sekitar kawasan bandara sebelumnya memang telah menjadi perhatian. UPBU Kelas II Haji Asan Sampit terus memantau kondisi dan berkoordinasi dengan tim penanganan karhutla untuk mengantisipasi gangguan operasional penerbangan.
Corporate Communications Strategic of Wings Air, Danang Mandala Prihantoro, membenarkan pembatalan tersebut. Pihaknya masih berkoordinasi dan akan menyampaikan keterangan detail terkait kejadian ini.
Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa karhutla tidak hanya merusak lingkungan dan kesehatan masyarakat, tetapi juga melumpuhkan sektor pelayanan publik seperti transportasi udara. Masyarakat yang hendak terbang dari atau ke Bandara Haji Asan Sampit diimbau memastikan ulang status penerbangan kepada maskapai, terutama saat jarak pandang tengah buruk.