Anggota DPRD Kabupaten Kapuas, Algrin Gasan, mendorong Komite Olahraga Masyarakat Indonesia (KORMI) untuk aktif menggerakkan budaya berolahraga warga hingga ke tingkat desa dan kelurahan. Dorongan ini disampaikan menyusul pelantikan pengurus KORMI setempat, dengan harapan olahraga tidak lagi sekadar kegiatan seremonial. Algrin menekankan pentingnya peran organisasi induk olahraga (INORGA) dalam membina generasi muda dan melestarikan olahraga tradisional.
KUALA KAPUAS — Legislator Partai Golkar itu menilai KORMI memiliki posisi strategis sebagai wadah untuk membiasakan hidup sehat di tengah masyarakat. Menurutnya, olahraga semestinya berjalan di luar agenda pertandingan resmi dan menjadi rutinitas harian warga.
“KORMI bukan hanya organisasi, tetapi wadah untuk menggerakkan masyarakat agar hidup sehat, bugar, dan gembira,” ujar Algrin kepada wartawan, Jumat (21/8/2026).
Olahraga Tradisional Jadi Perhatian Khusus
Algrin menyoroti pentingnya menjaga eksistensi olahraga tradisional di tengah gempuran modernisasi. Ia menilai aktivitas fisik jenis ini bukan sekadar permainan, melainkan bagian dari identitas dan kekayaan budaya daerah yang harus dirawat.
“Di dalamnya terdapat identitas dan budaya daerah yang perlu dipertahankan di tengah perubahan zaman,” katanya menegaskan.
Oleh karena itu, ia meminta seluruh induk organisasi olahraga untuk memberi ruang lebih luas bagi para pegiatnya. Pembinaan terhadap generasi muda juga dinilai krusial agar olahraga tradisional tidak punah dan tetap hidup di tengah masyarakat.
Sinergi Lintas Lembaga Diperkuat
Lebih lanjut, Algrin berharap kolaborasi antara KORMI dengan pemerintah daerah, KONI, INORGA, dan komunitas olahraga dapat berjalan solid. Ia menilai penguatan sinergi ini diperlukan agar program yang berjalan tepat sasaran dan berkelanjutan.
“Kolaborasi lintas organisasi diperlukan agar olahraga masyarakat tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial,” tegasnya.
Dengan dukungan tersebut, ia optimistis kebiasaan berolahraga dapat tumbuh subur dari wilayah desa dan kelurahan hingga ke kawasan perkotaan di Kabupaten Kapuas. Target akhirnya, olahraga menjadi kebutuhan sehari-hari warga, bukan hanya agenda musiman.