MUARA TEWEH — Dinas Kesehatan Kabupaten Barito Utara, Kalimantan Tengah, mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap kabut asap yang mulai muncul seiring masuknya musim kemarau. Imbauan ini disertai aksi nyata berupa pembagian 1.000 masker atau 20 kotak kepada pengendara dan warga yang melintas di Jalan Yetro Sinseng, tepat di depan Kantor Dinkes setempat.
Kepala Dinas Kesehatan Barito Utara Simamoraturahman mengatakan, keberadaan kabut asap di wilayahnya mulai terlihat dan harus diantisipasi bersama. Menurut dia, asap dapat berdampak serius pada kesehatan masyarakat, terutama pada saluran pernapasan.
Mengapa Masker Kini Menjadi Kebutuhan Wajib?
"Masyarakat diminta menggunakan masker saat beraktivitas di luar rumah sebagai langkah pencegahan gangguan kesehatan," kata Simamoraturahman di Muara Teweh, Kamis.
Ia menjelaskan, pembagian masker ini merupakan bentuk langkah antisipasi dini. Sebelumnya, Dinas Kesehatan juga telah melakukan pembagian masker serupa kepada para pengguna jalan di waktu yang berbeda.
Aktivitas di Luar Ruangan Sebaiknya Dikurangi
Simamoraturahman berharap masyarakat semakin sadar untuk menjaga kesehatan di tengah kondisi udara yang mulai tidak sehat. Ia mengingatkan agar warga mengurangi aktivitas di luar ruangan apabila kabut asap semakin pekat.
"Kalau kondisi udara semakin berasap, sebaiknya aktivitas di luar ruangan dikurangi dan tetap menggunakan masker apabila harus keluar rumah," ujarnya.
Kenali Gejala Gangguan Pernapasan Akibat Asap
Dinkes Barito Utara juga meminta masyarakat untuk lebih peka terhadap kondisi tubuh selama musim kemarau. Warga yang mengalami keluhan berkaitan dengan gangguan pernapasan diminta segera memeriksakan diri.
Langkah pembagian masker ini diharapkan mampu meminimalkan dampak kabut asap terhadap kesehatan warga di Kabupaten Barito Utara. Kesadaran individu dalam melindungi diri menjadi kunci utama menghadapi potensi bencana asap tahunan di wilayah Kalimantan.