SAMPIT — Keluarga penerima manfaat di Kabupaten Kotawaringin Timur kini tak perlu khawatir soal stok beras untuk tiga bulan ke depan. Pemerintah daerah menyalurkan bantuan pangan sekaligus 30 kilogram per kepala keluarga, mencakup alokasi Juli, Agustus, dan September 2026.
Penyaluran perdana dilakukan langsung oleh Bupati Kotim, Halikinnor, di Taman Kota Sampit pada Rabu (19/8/2026). Kegiatan ini sengaja digabung dengan Gerakan Pangan Murah agar masyarakat bisa memenuhi kebutuhan pokok lain dengan harga terjangkau di tengah tekanan ekonomi.
Lanjutan Program Bantuan Pangan untuk Empat Desil
Halikinnor menjelaskan, bantuan ini merupakan kelanjutan dari program pemerintah pusat yang menyasar rumah tangga tidak mampu. Penerima berasal dari desil 1 hingga desil 4, kategori yang ditetapkan berdasarkan Data Pensasaran Percepatan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem (P3KE).
"Ini lanjutan sebenarnya, tapi kita laksanakan secara seremonial. Hari ini bantuan pangan pemerintah untuk bulan Juli, Agustus, dan September," kata Halikinnor di Sampit.
Setiap Penerima Kebagian Tiga Sak Beras
Setiap keluarga penerima manfaat mendapatkan jatah 10 kilogram beras per bulan. Karena disalurkan untuk tiga bulan sekaligus, total yang diterima mencapai 30 kilogram atau setara tiga sak beras. Hal ini dinilai lebih efisien dan mengurangi frekuensi antrean warga.
"Apalagi dengan ini 10 kilo per bulan menerima sekaligus 30 kilo, 3 sak, ya. Itu sangat membantu," ujar Halikinnor.
Bupati Minta Penyaluran Tepat Sasaran dan Tepat Waktu
Di sela-sela penyerahan bantuan, orang nomor satu di Kotim ini memberikan instruksi tegas kepada jajaran petugas di lapangan. Ia meminta seluruh pihak yang terlibat memastikan bantuan diberikan secara tepat sasaran, tepat jumlah, dan tepat waktu.
Halikinnor menegaskan bahwa proses penyaluran harus berjalan tertib dan transparan. Ia juga berharap bantuan beras ini benar-benar dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan pangan keluarga, bukan untuk disalahgunakan.
"Saya berharap dengan ini tidak ada lagi masyarakat kita yang kesulitan pangan," tegasnya.
Gerakan Pangan Murah Jadi Pelengkap di Tengah Harga Pangan
Rangkaian acara di Taman Kota Sampit tidak hanya berhenti pada pembagian beras. Pemerintah daerah turut menggelar Gerakan Pangan Murah yang menjual berbagai komoditas pokok dengan harga di bawah pasar. Langkah ini diambil untuk menahan laju inflasi dan menjaga daya beli masyarakat.
Kombinasi bantuan beras dan pasar murah ini diharapkan mampu meringankan beban pengeluaran rumah tangga, terutama bagi masyarakat penerima manfaat yang rentan terhadap gejolak harga kebutuhan pokok.