Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah menggelar shalat istisqa dan doa bersama di kawasan Bundaran Besar Palangka Raya, Minggu, sebagai ikhtiar batin menghadapi musim kemarau panjang yang memicu kekeringan dan kebakaran hutan dan lahan. Gubernur Kalteng Agustiar Sabran menegaskan upaya fisik seperti penyiagaan personel hingga operasi modifikasi cuaca tetap berjalan, namun perlu disempurnakan dengan permohonan pertolongan kepada Allah SWT.
PALANGKA RAYA — Ribuan jamaah memadati kawasan Bundaran Besar Palangka Raya pada Minggu untuk mengikuti shalat istisqa yang digagas Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah. Kegiatan ini dihadiri jajaran Forkopimda, TNI/Polri, organisasi kemasyarakatan, tokoh agama, serta masyarakat umum yang berharap hujan segera turun di tengah ancaman karhutla.
Gubernur Kalteng Agustiar Sabran mengatakan musim kemarau kali ini telah memicu kekeringan dan meningkatkan potensi kebakaran hutan dan lahan. Kondisi tersebut dinilai mengancam kesehatan, lingkungan, hingga roda perekonomian warga.
Ikhtiar Fisik Tetap Jalan, Batin Disempurnakan
Agustiar memastikan berbagai upaya penanganan karhutla telah dilakukan oleh Pemprov Kalteng bersama Forkopimda, TNI/Polri, relawan, dan masyarakat. Langkah tersebut mencakup penyiagaan personel, pemadaman titik api melalui jalur darat dan udara, serta pelaksanaan operasi modifikasi cuaca.
"Namun, berbagai ikhtiar lahiriah tersebut perlu kita sempurnakan dengan ikhtiar batiniah, yakni berserah diri dan memohon pertolongan Allah SWT," ujarnya di Palangka Raya, Minggu.
Momentum Muhasabah dan Taubat
Menurut Agustiar, shalat istisqa dan doa bersama menjadi momentum bagi masyarakat untuk melakukan muhasabah, mengoreksi diri, bertaubat, serta memohon ampunan atas berbagai kekhilafan dan dosa. Ia mengingatkan bahwa manusia adalah makhluk lemah di hadapan Sang Pencipta.
"Sebagai makhluk yang lemah di hadapan Sang Pencipta, segala ikhtiar fisik tersebut harus kita sempurnakan dengan ikhtiar batiniah," katanya.
Imbauan untuk Warga: Jangan Bakar Lahan
Di sela kegiatan, Agustiar kembali mengingatkan masyarakat agar ikut menjaga lingkungan selama musim kemarau. Ia meminta warga tidak membuka lahan dengan cara membakar dan menggunakan persediaan air bersih secara bijak serta efisien.
Masyarakat juga diminta menjaga kesehatan dengan mengurangi aktivitas di luar ruangan apabila kondisi udara memburuk. Penggunaan masker disarankan sebagai upaya perlindungan diri dari dampak kabut asap.