MUARA TEWEH — Sebanyak puluhan peserta mengikuti Pelatihan Menjahit Lanjutan yang digelar Pemerintah Kabupaten Barito Utara melalui Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi, Koperasi dan UKM. Program ini merupakan bagian dari upaya strategis daerah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) sekaligus menekan angka pengangguran.
Fokus pada Keterampilan Praktis dan Wirausaha Mandiri
Pelatihan yang berlangsung di UPT Balai Latihan Kerja (BLK) ini tidak sekadar mengajarkan teknik menjahit dasar. Kepala Disnakertranskop UKM, M. Mastur, menegaskan bahwa materi yang diberikan bersifat lanjutan dan aplikatif, khususnya di bidang konveksi dan jasa jahit.
“Peningkatan kualitas SDM sangat penting dilakukan, baik dari sisi keterampilan maupun kompetensi. Harapannya, masyarakat dapat memanfaatkan kemampuan ini untuk menciptakan peluang usaha dan meningkatkan pendapatan keluarga,” ujar Mastur dalam sambutannya.
Implementasi Visi Daerah: Maju, Sejahtera, dan Berkeadilan
Program ini dirancang sebagai salah satu pilar implementasi visi dan misi Pemerintah Kabupaten Barito Utara. Mastur menjelaskan bahwa pelatihan kerja, pemagangan di dalam negeri, serta penguatan sektor koperasi dan UMKM menjadi prioritas daerah.
“Saya berharap setelah mengikuti pelatihan ini, para peserta mampu mengembangkan usaha sendiri dan menjadi wirausaha baru yang produktif di masyarakat,” tambahnya.
Pemerintah daerah meyakini bahwa penguatan keterampilan teknis seperti menjahit dapat membuka akses pasar baru bagi warga. Peserta didorong untuk tidak hanya menjadi pekerja, tetapi juga pencipta lapangan kerja di lingkungan masing-masing.
Pesan Kepala Dinas: Serius dan Disiplin Selama Pelatihan
Mastur berpesan agar seluruh peserta mengikuti kegiatan dengan serius, disiplin, dan aktif berdiskusi dengan instruktur. Menurutnya, ilmu yang diperoleh harus benar-benar diterapkan dalam kehidupan sehari-hari agar dampak ekonomi terasa nyata.
Pelatihan menjahit lanjutan ini menjadi salah satu langkah konkret pemkab dalam mencetak tenaga kerja terampil sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi lokal berbasis masyarakat. Program serupa dijadwalkan berlanjut dengan jenis keterampilan lain sepanjang tahun 2026.