KALIMANTAN TENGAH — Direktur Utama ASABRI Jeffry Haryadi P. Manullang mengatakan capaian sepanjang 2025 menjadi modal untuk memperkuat perlindungan sosial bagi peserta. "Kami terus memperkuat tata kelola, menjaga keberlangsungan operasional perusahaan, serta menghadirkan layanan prima yang semakin mudah, cepat, dan berkualitas," ujarnya dalam keterangan resmi, Jumat (17/7/2026).
Rasio Solvabilitas Naik 2,5 Kali Lipat
Tak hanya aset yang tumbuh, rasio solvabilitas perusahaan melesat dari 124,48% pada 2024 menjadi 321,12% pada 2025. Lonjakan ini menunjukkan kemampuan ASABRI memenuhi seluruh kewajiban jangka panjang kepada peserta jauh di atas ambang batas aman.
Peningkatan tersebut ditopang oleh pertumbuhan aset dan pengelolaan arus kas yang lebih ketat. Dengan rasio di atas 300%, posisi modal perusahaan dinilai sangat solid untuk menghadapi tekanan klaim di masa depan.
Dana Peserta Dikelola Lebih Profesional
Manajemen ASABRI menyebut pertumbuhan aset mencerminkan pengelolaan dana peserta yang profesional dan mengedepankan prinsip kehati-hatian. Perusahaan juga terus membenahi sistem layanan agar peserta bisa mengakses klaim dan informasi secara digital.
Langkah ini menjadi krusial mengingat ASABRI menaungi personel aktif dan pensiunan di lingkungan TNI, Polri, serta ASN Kementerian Pertahanan. Total peserta yang dilindungi mencapai jutaan orang dengan beragam skema manfaat pensiun dan asuransi sosial.
Target ke Depan: Digitalisasi Layanan
Ke depan, ASABRI berencana mempercepat transformasi digital untuk memangkas waktu klaim dan memperluas akses peserta di daerah. Perusahaan juga akan memperkuat investasi pada instrumen keuangan yang aman demi menjaga imbal hasil dana peserta.
Dengan perbaikan tata kelola dan fundamental keuangan yang lebih sehat, ASABRI optimistis mampu mempertahankan tren pertumbuhan positif pada tahun-tahun mendatang.