TAMIANG LAYANG — Lahan kosong seluas satu hektare yang terletak di belakang Kantor Dinas Perhubungan (Dishub) Barito Timur akan disulap menjadi tempat istirahat bagi kendaraan besar lintas provinsi. Kepala Bidang Lalu Lintas dan Angkutan (LLA) Dishub Bartim, David Anggen, mengatakan pemanfaatan lahan ini merupakan respons atas meningkatnya volume kendaraan dari Kalimantan Selatan dan Kalimantan Timur yang melintasi wilayah mereka.
Dampak Kemacetan di Bundaran Gunung Perak
Berdasarkan pantauan Dishub, truk trailer, lobo, dan angkutan barang kerap berhenti di bahu jalan nasional maupun provinsi. Kondisi itu mempersempit badan jalan dan mengurangi jarak pandang pengendara lain, terutama saat hari pasar mingguan di Tamiang Layang setiap Senin dan di Ampah setiap Jumat.
"Makanya diperlukan inovasi, agar kendaraan besar memiliki tempat berhenti yang lebih aman dan tertata," kata David di Tamiang Layang, Kamis.
Rest Area Juga Bisa Jadi Sumber PAD Baru
Selain sebagai tempat istirahat, lahan yang akan dipasangi pengerasan ini dirancang untuk mengakomodasi antrean truk pengisian bahan bakar minyak (BBM). Sebelumnya, kendaraan besar mengantre di tepi jalan dan memperparah kepadatan lalu lintas.
"Lahan itu juga membuka peluang untuk meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD)," ujar David. Pemkab memproyeksikan pengelolaan parkir yang lebih tertib di rest area ini akan menghasilkan pemasukan baru bagi kas daerah.
Fasilitas Dasar dan Peluang Usaha Warga
Rest area tersebut akan dilengkapi fasilitas dasar berupa toilet (WCK). Keberadaan tempat istirahat ini diyakini membuka peluang bagi masyarakat sekitar untuk membuka warung atau usaha kecil, sehingga menggerakkan perekonomian lokal.
Dishub Bartim berharap rencana ini mendapat dukungan penuh dari pemerintah daerah melalui kebijakan yang mempercepat realisasinya. "Dengan kondisi jalan yang belum mengalami pelebaran secara signifikan, penyediaan rest area dinilai menjadi langkah strategis dalam menekan kemacetan sekaligus meningkatkan keselamatan berlalu lintas," demikian David.