KALIMANTAN TENGAH — Harga emas dunia mencatatkan rebound pada Jumat (17/7/2026), dengan emas spot naik 1,1% ke US$ 4.015,09 per ons. Meski begitu, secara mingguan emas masih tertekan 3%—penurunan terdalam sejak awal Juni—akibat eskalasi konflik AS-Iran yang memicu lonjakan harga minyak dan kekhawatiran inflasi. "Emas mulai bergerak naik setelah harga logam tersebut turun di bawah US$ 4.000, menarik minat pembeli," ujar Chief Market Analyst KCM Trade, Tim Waterer.
Antam: Harga Jual Naik, Harga Buyback Melonjak Lebih Tajam
PT Aneka Tambang Tbk (Antam) menaikkan harga emas batangan 24 karat menjadi Rp 2.614.000 per gram pada Sabtu (18/7/2026). Kenaikan Rp 8.000 ini diikuti lonjakan harga buyback yang lebih signifikan, yakni naik Rp 16.000 menjadi Rp 2.349.000 per gram. Harga buyback menjadi acuan bagi nasabah yang ingin menjual kembali logam mulianya ke Antam.
Untuk pecahan terkecil, emas Antam 0,5 gram dibanderol Rp 1.357.000, sementara ukuran 1 kilogram tembus Rp 2.554.600.000. Sebagai catatan, rekor tertinggi emas Antam pernah tercatat pada 29 Januari 2026, di mana harga menembus Rp 3.168.000 per gram dengan buyback Rp 2.989.000 per gram.
Pegadaian: Galeri24 Catat Kenaikan Terbesar, UBS Ikut Meroket
Di Pegadaian, tiga produk logam mulia kompak menghijau. Emas Galeri24 memimpin kenaikan dengan tambahan Rp 12.000 menjadi Rp 2.587.000 per gram. Sementara itu, emas UBS naik Rp 11.000 ke Rp 2.599.000 per gram, dan emas Antam di Pegadaian naik Rp 8.000 menjadi Rp 2.719.000 per gram.
Pegadaian menyediakan rentang ukuran yang berbeda tiap produk. Galeri24 tersedia dari 0,5 gram hingga 1 kilogram, UBS dari 0,5 gram hingga 500 gram, sedangkan Antam di Pegadaian hanya hingga 100 gram. Harga emas Galeri24 0,5 gram misalnya, dibanderol Rp 1.357.000, dan ukuran 1 kilogram mencapai Rp 2.506.474.000.
Hartadinata Abadi: Pilihan Alternatif dengan Harga Lebih Ringan
PT Hartadinata Abadi Tbk menawarkan harga emas 24 karat yang lebih terjangkau dibandingkan Antam dan Pegadaian. Pada hari yang sama, harga emas 1 gram di Hartadinata dipatok Rp 2.421.000. Selisih ini bisa menjadi pertimbangan bagi pembeli yang mencari harga lebih rendah dengan kualitas setara.
Kenaikan harga emas di akhir pekan ini menjadi sinyal bahwa pasar mulai optimistis, meski risiko geopolitik Timur Tengah masih membayangi. Bagi investor, momentum ini bisa dimanfaatkan untuk memantau pergerakan harga sebelum memutuskan membeli atau menjual.