KALIMANTAN TENGAH — Kompetisi kendaraan tenaga surya antarperguruan tinggi dunia memasuki babak penentuan pekan lalu. Dari 39 tim yang turun di sirkuit 3,1 mil Brainerd International Raceway, hanya 16 yang berhasil memenuhi syarat jarak tempuh untuk berlaga di ajang lintas negara American Solar Challenge 2026. Angka ini naik dari 12 tim yang dilaporkan pada hari sebelumnya, menunjukkan delapan jam terakhir balapan sangat krusial bagi banyak peserta.
Berapa Lap Minimal yang Dibutuhkan untuk Lolos?
Aturan kualifikasi cukup ketat. Setiap tim wajib mencatatkan 200 mil (65 lap) dalam satu hari atau 300 mil (97 lap) dalam dua hari berturut-turut. Dari 16 tim yang lolos, 13 di antaranya adalah kendaraan satu kursi (Single-Occupant Vehicle/SOV) dan hanya tiga yang merupakan kendaraan multi-kursi (Multi-Occupant Vehicle/MOV). Tiga tim lagi—Illinois, SIUE, dan Wisconsin—mendapatkan kesempatan bersyarat karena belum mencapai batas jarak tempuh di trek. Mereka tetap bisa start dengan sejumlah persyaratan khusus.
Dominasi ÉTS dan Rekor 1.000 Mil Lebih
École de technologie supérieure (ÉTS) dari Montreal tampil dominan dengan koleksi 345 lap. Jika dikonversi, tim ini menempuh jarak sekitar 1.070 mil dalam 24 jam berkendara—sebuah rekor baru ajang. Belum pernah ada tim yang menembus angka 1.000 mil selama event trek. Di belakang ÉTS, Delft University of Technology finis kedua dengan 319 lap, disusul KU Leuven’s Innoptus di posisi ketiga dengan 303 lap. Delft juga memegang lap tercepat keseluruhan: 3 menit 12 detik atau setara kecepatan rata-rata 58 mph (93 km/jam) pada mobil buatan mahasiswa yang hanya mengandalkan sinar matahari.
- Juara SOV: 1. ÉTS (Éclipse), 2. Delft University (Delft Solar Team), 3. KU Leuven (Innoptus)
- Lap Tercepat SOV: Delft – 58,1 mph
Hanya Tiga Tim MOV yang Lolos, Georgia Tak Terkejar
Kelas kendaraan multi-kursi (MOV) memang lebih berat. Dari sembilan tim yang masuk, hanya tiga yang memenuhi syarat. Georgia Tech Solar Racing memuncaki klasemen dengan skor sempurna 100 berkat 244 lap dan hampir 2.000 person-miles. App State’s Team Sunergy menguntit di posisi kedua dengan skor 94,6, dan Polytechnique Montréal’s Esteban meraih perunggu dengan 51,1. Sistem penilaian MOV tidak hanya berdasarkan jumlah lap—setengah skor berasal dari person-miles per kWh eksternal. Menariknya, App State dan Poly Montréal sama sekali tidak mengisi daya dari jaringan listrik (zero kWh external) selama event. Iowa State menorehkan lap tercepat MOV di 52,1 mph namun gagal masuk daftar ASC. MIT finis kelima.
- Juara MOV: 1. Georgia Tech (Solar Racing), 2. Appalachian State (Team Sunergy), 3. Polytechnique Montréal (Esteban)
- Lap Tercepat MOV: Iowa State – 52,1 mph
Hadiah Tambahan dan Langkah Selanjutnya
University of California, Berkeley membawa pulang hadiah utama Siemens Challenge senilai USD 10.000 untuk desain ulang battery enclosure menggunakan Siemens Simcenter Inspire. University of Florida dan University of Minnesota menyusul di posisi kedua dan ketiga. ÉTS mendapat gelar Coolest Design tidak resmi.
Saat artikel ini ditulis, mobil-mobil sudah dalam perjalanan menuju Minneapolis untuk display day di University of Minnesota’s Northrop Mall. Di sana, tim MOV menjalani penilaian kepraktisan yang akan digabungkan ke skor akhir ASC bersama jarak dan efisiensi. American Solar Challenge 2026 sendiri dimulai 25 Juli dari University of Minnesota dan menempuh rute sepanjang 1.500 mil menyusuri Great River Road dan Historic Route 66, finis 1 Agustus di Arts in the Sunset, Amarillo, Texas. Pantau perkembangan tim peserta melalui situs resmi American Solar Challenge.