KALIMANTAN TENGAH — Ketua Umum PBTI Jenderal TNI Richard Tampubolon melantik Adnan Purichta Ichsan sebagai Ketua Pengprov Taekwondo Indonesia Sulawesi Selatan periode 2026-2030 di Hotel Unhas, Makassar. Adnan langsung memasang target konkret: medali taekwondo pertama Sulsel di PON 2028.
Pelantikan berlangsung pada akhir pekan ini dan dihadiri pengurus daerah serta sejumlah pembina taekwondo Sulawesi Selatan. Richard datang langsung ke Makassar untuk menyerahkan mandat kepengurusan empat tahun ke depan.
Richard Tampubolon: Sulsel Punya Modal Lahirkan Legenda
Richard menilai Sulawesi Selatan bukan wilayah tanpa rekam jejak. Sejumlah atlet junior asal provinsi itu sudah menembus pemusatan latihan nasional (Pelatnas), modal yang menurutnya cukup untuk membangun generasi baru.
"Ada beberapa atlet junior yang sudah masuk di dalam Pelatnas. Saya pikir, dari segi sejarahnya, kemudian dari segi karakternya, dari segi fighting spirit-nya, saya optimistis akan lahir satu legend taekwondo dari Provinsi Sulawesi Selatan, tidak hanya legend di dalam negeri, sampai di kelas internasional," kata Richard.
Ekspektasi itu ia titipkan langsung ke kepengurusan baru. Pembinaan atlet dinilai harus lebih tertata agar atlet Sulsel bisa bersaing di level nasional maupun internasional.
Target Adnan: Medali PON 2028, Sesuatu yang Belum Pernah Ada
Adnan tidak menunda pekerjaan. Kepengurusan periode 2026-2030 sudah menyiapkan agenda jangka pendek dan jangka panjang, dengan PON 2028 sebagai titik bidik utama.
Ambisi itu berangkat dari catatan pahit. Sulawesi Selatan belum pernah sekalipun meraih medali cabang olahraga taekwondo di ajang PON.
"Kami targetkan mudah-mudahan nantinya Taekwondo Sulawesi Selatan pada PON tahun 2028 bisa meraih medali," ungkap Adnan.
Pekerjaan Rumah: Dari Pelatnas ke Podium PON
Kehadiran atlet Sulsel di Pelatnas menjadi pijakan awal, tetapi jalur dari pemusatan latihan ke podium PON tetap butuh pembinaan berjenjang di daerah. Di sinilah kepengurusan Adnan diuji.
Richard berharap potensi yang sudah terlihat bisa dimaksimalkan lewat pembinaan yang lebih baik. Jika berjalan sesuai rencana, taekwondo Sulsel tidak hanya mengejar medali PON, tetapi juga menyiapkan atlet untuk kompetisi internasional.