PALANGKA RAYA — Kepungan asap karhutla di Kota Palangka Raya telah berlangsung hampir empat bulan. Jurnalis Transmedia, Samsudinnor, melaporkan langsung dari lokasi untuk memantau dampak yang dialami warga sehari-hari.
Laporan itu disampaikan dalam siaran video yang menyorot kondisi terkini ibu kota Provinsi Kalimantan Tengah. Asap yang bertahan lama membuat aktivitas warga, termasuk kalangan pelajar dan pekerja, terganggu.
Mahasiswa Turun ke Jalan Menuntut Respons Gubernur Kalteng
Di tengah situasi itu, mahasiswa menggelar aksi demo. Mereka mendesak Gubernur Kalimantan Tengah mengambil langkah konkret menangani karhutla yang tak kunjung padam.
Demo mahasiswa menjadi sorotan karena menunjukkan keresahan publik yang meluas. Warga menilai penanganan asap belum menyentuh akar persoalan.
Bagaimana Kondisi Palangka Raya Saat Ini?
Pemantauan langsung di lapangan menjadi cara untuk mengetahui dampak karhutla terhadap kehidupan warga Palangka Raya. Laporan dari lokasi menyorot kondisi terkini kota yang masih diselimuti asap.
Hampir empat bulan asap bertahan menandakan karhutla belum tertangani tuntas. Warga menantikan langkah nyata dari pemerintah daerah.
Desakan agar Gubernur Kalteng Turun Tangan
Respons Gubernur Kalteng menjadi pertanyaan utama setelah demo mahasiswa. Publik menunggu apakah pemerintah provinsi akan mengambil kebijakan khusus untuk meredam dampak asap.
Karhutla di Kalimantan Tengah bukan persoalan baru. Namun durasi kepungan asap yang mencapai hampir empat bulan membuat tekanan publik terhadap pemerintah semakin besar.