KALIMANTAN TENGAH — Konfigurator online Tesla diperbarui hening pada Senin malam. Dua dari tiga varian Cybertruck mengalami kenaikan harga, sementara spesifikasi seperti jarak tempuh, tenaga, dan fitur tetap identik dengan sebelumnya.
Kenaikan Harga Hanya Menimpa Dua Varian
Varian Dual Motor AWD yang semula dibanderol US$ 69.990 kini naik 7,1 persen menjadi US$ 74.990. Varian Premium AWD ikut merangkak dari US$ 79.990 ke US$ 84.990. Satu-satunya varian yang tidak berubah adalah Cyberbeast yang tetap di angka US$ 99.990.
Dengan penyesuaian ini, jarak harga antara varian Premium dan Cyberbeast menyempit dari US$ 20.000 menjadi hanya US$ 15.000. Padahal selisih performa keduanya signifikan—Cyberbeast menawarkan akselerasi 0-60 mph dalam 2,6 detik, jauh lebih cepat dari varian Premium.
Produksi 10 Persen, Stok 3.000 Unit Mengendap
Keputusan menaikkan harga ini sulit dicerna karena kondisi pasar justru menunjukkan kebalikannya. Gigafactory Texas yang dibangun untuk kapasitas 250.000 unit per tahun kini hanya memproduksi kurang dari 20.000 unit—itu pun dengan catatan penjualan yang terus merosot.
Tesla dilaporkan masih memiliki sekitar 3.000 unit Cybertruck yang mengendap di inventaris Amerika Serikat. Angka penjualan riil bahkan lebih suram jika dikurangi pembelian internal dari perusahaan milik Elon Musk sendiri.
Pada Q4 2025, SpaceX tercatat membeli 1.279 unit Cybertruck. Total pembelian dari entitas yang dikendalikan Musk mencapai 1.339 unit dari 7.071 unit yang terdaftar di AS. Tanpa pembelian internal ini, registrasi Cybertruck akan anjlok 51 persen dibanding tahun sebelumnya.
Bandingkan dengan Ford F-150 Lightning yang Dihentikan
Ford justru menjual lebih banyak F-150 Lightning dibanding total penjualan Cybertruck—dan Ford tetap menghentikan produksi Lightning karena dianggap kurang laku. Situasi ini menempatkan Tesla pada posisi yang janggal: produk dengan kapasitas produksi besar, permintaan kecil, tetapi harga justru dinaikkan.
Kronologi Harga yang Tidak Konsisten
Sepanjang setahun terakhir, harga Cybertruck bergerak tidak menentu. Tesla sempat menjual varian Long Range RWD dengan motor tunggal di harga US$ 69.990, lalu menghentikannya setelah hanya 173 unit terjual.
Pada Februari lalu, varian Dual Motor AWD ditawarkan di harga US$ 59.990 dengan klaim "hanya untuk 10 hari ke depan"—kemudian ditarik hampir seketika. Varian yang sama kemudian kembali ke US$ 69.990, dan kini melompat ke US$ 74.990. Artinya, dalam hitungan bulan, truk yang sama mengalami perubahan harga hingga US$ 15.000.
Logika Bisnis yang Sulit Dijelaskan
Dalam kondisi normal, permintaan lemah dijawab dengan pemangkasan harga, bukan kenaikan. Komentar pembaca di kanal berita teknologi menyoroti dua kemungkinan: Tesla berniat menjual lebih banyak unit ke perusahaan Musk sendiri, atau mereka berkesimpulan permintaan Cybertruck bersifat inelastis—mereka yang menginginkannya akan membeli berapa pun harganya.
Komentar lain menyebutkan penurunan harga tidak akan menarik pelanggan baru karena Cybertruck adalah produk sangat niche. Permintaan jelas terlihat di harga US$ 60.000, menipis di US$ 70.000, dan sulit dibayangkan siapa yang tersisa di US$ 75.000.
Dalam earnings call awal tahun ini, Musk menolak wacana menghentikan produksi Cybertruck. Ia bahkan sempat mengusulkan truk tersebut digunakan untuk kargo komersial jika permintaan konsumen benar-benar mengering—pernyataan yang lebih terdengar seperti keengganan mengakui kegagalan daripada strategi matang.