PT Indotruba Tengah, anak usaha Minamas Plantation, menyerahkan bantuan perbaikan perahu atau kelotok senilai Rp 33 juta kepada Kelompok Nelayan Berkah di Desa Sebukat, Kecamatan Pangkalan Banteng, Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), Kalimantan Tengah. Bantuan yang disalurkan melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) ini menyasar sarana produktif utama warga untuk menangkap ikan di perairan setempat.
PANGKALAN BUN — Kelompok Nelayan Berkah di Desa Sebukat, Kecamatan Pangkalan Banteng, Kabupaten Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah, menerima bantuan perbaikan perahu atau kelotok senilai Rp 33 juta dari PT Indotruba Tengah. Bantuan tersebut merupakan bagian dari program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) yang difokuskan pada penguatan sarana produktif masyarakat.
Logistic Manager KTB Minamas Plantation, Marselinus Teddy Tukan, menyatakan bahwa inisiatif ini lahir dari kebutuhan langsung warga pesisir akan armada penangkapan ikan yang layak. Perahu yang telah diperbaiki diharapkan mampu menopang aktivitas harian nelayan dan meningkatkan hasil tangkapan.
Fokus pada Sarana Produktif, Bukan Bantuan Konsumtif
Teddy menegaskan bahwa perusahaan sengaja mengarahkan dana CSR untuk perbaikan kelotok karena perahu merupakan jantung ekonomi bagi nelayan. "Kami berharap perbaikan perahu/klotok ini dapat membantu Kelompok Nelayan Berkah dalam menjalankan aktivitasnya dengan lebih baik, sehingga dapat memberikan dampak positif terhadap produktivitas dan perekonomian keluarga," ujarnya di Pangkalan Bun, Rabu.
Pihaknya menilai pemberdayaan masyarakat tidak selalu harus berupa infrastruktur besar. Dukungan terhadap alat produksi justru memberi efek berkelanjutan karena warga bisa mengelola sendiri sumber penghasilannya.
"Hal itu diharapkan tidak hanya memberikan manfaat jangka pendek, tetapi juga membantu masyarakat mempertahankan dan mengembangkan sumber penghidupannya secara berkelanjutan," kata Teddy.
Perahu adalah 'Pabrik' bagi Nelayan Sungai
Di wilayah Kotawaringin Barat, kelotok bukan sekadar alat transportasi. Bagi kelompok nelayan seperti Berkah, perahu bermesin ini adalah tempat bekerja, mengangkut hasil, dan menjangkau titik-titik tangkap ikan di sepanjang sungai.
Sekretaris Desa Pangkalan Banteng, Hendriyono, menyampaikan apresiasi atas dukungan perusahaan. Ia menilai perbaikan sarana ini akan langsung dirasakan manfaatnya oleh warga yang menggantungkan hidup pada hasil sungai.
"Dengan adanya bantuan perbaikan ini, tentunya sangat membantu dan memberikan manfaat bagi masyarakat," ujarnya.
Nelayan: Aktivitas Lebih Lancar Setelah Perbaikan
Ketua Kelompok Nelayan Berkah, Nita Suprihatin, mengungkapkan bahwa bantuan tersebut sangat berarti bagi anggotanya. Selama ini, kendala teknis pada perahu kerap menghambat jadwal melaut dan mengurangi pendapatan harian.
"Bantuan ini sangat berarti bagi kami karena perahu merupakan sarana utama untuk bekerja. Semoga setelah diperbaiki, perahu dapat digunakan dengan lebih baik dan aktivitas nelayan menjadi lebih lancar," kata Nita.
PT Indotruba Tengah berkomitmen untuk terus menghadirkan program CSR yang memberikan manfaat nyata serta memperkuat hubungan harmonis dengan masyarakat di sekitar wilayah operasional perusahaan. Ke depan, perusahaan akan memetakan kembali kebutuhan kelompok nelayan lain di desa tersebut agar dampak ekonominya lebih luas.