Pencarian

22 Titik Karhutla dalam Sehari di Kotim, Petugas Gabungan Kewalahan Cari Sumber Air

Rabu, 19 Agustus 2026 • 09:59:31 WIB
22 Titik Karhutla dalam Sehari di Kotim, Petugas Gabungan Kewalahan Cari Sumber Air
Petugas gabungan memadamkan api di lahan yang terbakar di Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah.

SAMPIT — Lonjakan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) melanda Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) dalam satu hari terakhir. Berdasarkan laporan Pusdalops PB Posko Bencana Karhutla dan Kekeringan hingga pukul 19.24 WIB, tercatat 22 titik api yang tersebar di dua kecamatan, yakni Mentawa Baru Ketapang dan Baamang.

Kepala Pelaksana BPBD Kotim Multazam mengakui peningkatan jumlah kejadian ini cukup signifikan. Kendala terbesar yang dihadapi tim di lapangan bukan hanya luasnya area yang terbakar, melainkan sulitnya menemukan sumber air untuk proses pemadaman.

"Situasi ini memang ada peningkatan dari sisi jumlah kejadian dan juga perluasan. Ada yang dapat kami datangi, ada yang tidak dapat kami jangkau," ujarnya.

Jarak Sumber Air Jadi Hambatan Utama di Mentawa Baru Ketapang

Di Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, petugas berjibaku memadamkan api di sejumlah titik. Di Jalan Moh Hatta Gang Kusuma Lingkar Selatan, Regu 6 dengan tujuh personel dan satu unit water tank BPBD berhasil memadamkan api di lahan seluas 1,2 hektare, namun lokasi masih menyisakan asap tebal. Jarak tempuh menuju sumber air yang jauh menjadi keluhan utama regu di lapangan.

Kondisi serupa terjadi di Jalan Panglima Hamdan. Sepuluh personel Regu 4 diterjunkan untuk menangani lahan seluas 0,0174 hektare. Meski api telah padam, potensi api menyala kembali masih mengancam karena lokasi sulit dijangkau sumber air.

Lahan 1,5 Hektare di Lingkar Selatan Hangus, Titik Api Masih Aktif di Sejumlah Lokasi

Penanganan terbesar dilakukan di Jalan Moh Hatta Lingkar Selatan. Sebanyak 14 personel dengan dua unit water tank BPBD dikerahkan untuk memadamkan lahan seluas 1 hektare. Sementara di titik kedua, tujuh personel lainnya berhasil menjinakkan api di area seluas 1,5 hektare. Hingga laporan terakhir, lokasi masih berasap dan tim kesulitan mendapatkan pasokan air.

Api yang masih aktif dilaporkan berada di Jalan MT Haryono Barat. Tim nonregu BPBD berupaya memadamkan lahan seluas 0,27 hektare, namun api masih menyala di bagian tengah. Selain itu, penanganan juga dilakukan di Jalan HM Arsyad depan Gudang Pupuk, Jalan Jenderal Sudirman Km 3,5 hingga Km 4, dengan melibatkan personel BPBD dan Kodim 1015.

Kekurangan Selang dan Gangguan Mesin di Kecamatan Baamang

Di Kecamatan Baamang, petugas menghadapi kendala teknis berbeda. Di Jalan Bumi Raya 1, sebanyak 17 personel Regu 9 menggunakan unit Yonif/TNI untuk memadamkan lahan seluas 0,96 hektare. Api berhasil dipadamkan, tetapi sebagian titik masih berasap dan regu mengeluhkan kekurangan selang pemadam.

Kendala serupa terjadi di Jalan Bumi Raya 1 seberang Pesantren As-Syifa, di mana 11 personel diterjunkan untuk menangani lahan seluas 0,2 hektare. Sementara itu, di Jalan WMP 19 dan WMP 7, Regu 1 dengan 10 personel masih berupaya melakukan pemblokiran pada lahan seluas 1 hektare yang kondisinya masih berasap.

Di sisi lain, gangguan teknis mesin sempat menghambat proses pemadaman di Jalan HM Arsyad. Regu 3 dan Regu 12 yang dikerahkan untuk menangani lahan sekitar 1 hektare harus bekerja ekstra karena unit yang digunakan mengalami masalah.

Multazam menambahkan, pihaknya terus berkoordinasi dengan TNI, Polri, dan relawan untuk mempercepat penanganan. Masyarakat diimbau tidak membakar lahan sembarangan mengingat kondisi cuaca yang masih kering dan rawan memicu meluasnya kebakaran.

Follow kabarpalangkaraya.id

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: beritasampit.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks