SAMPIT — Prosesi pengibaran Bendera Merah Putih di HUT ke-81 RI tahun ini menjadi momen yang tidak akan dilupakan Novin Jihan Safira. Pelajar SMAN 1 Sampit itu mendapat kepercayaan untuk membawa baki berisi naskah Proklamasi, posisi yang sejak awal ia idamkan.
“Jelas bangga. Tentu saja pas saya masuk Paskibraka, saya ingin sekali bercita-cita menjadi pembawa baki. Alhamdulillah, rezeki saya dan doa saya dikabulkan oleh Allah,” ujarnya.
Bersaing dengan Tiga Rekan untuk Posisi Utama
Kehormatan tersebut tidak diraih secara instan. Novin harus melewati seleksi internal yang ketat setelah dinyatakan lolos sebagai anggota Paskibraka. Ia bersaing dengan tiga rekannya untuk memperebutkan dua posisi utama dan dua posisi cadangan.
“Awalnya ada dipilih. Dipilih menjadi pembawa baki ada 4 orang. Jadi nanti 2 baki utama dan 2 cadangan baki,” jelas Novin.
Meski telah percaya diri dengan kemampuannya, rasa gugup tetap menyergap saat pertama kali melangkahkan kaki ke lapangan upacara. Namun, ia segera meredam rasa cemas tersebut agar tidak mengganggu konsentrasi dan penampilannya di depan ribuan tamu undangan.
“Di awal masuk saja saya merasa gugup, lalu saya merasa aman, santai, karena kalau gugup malah nanti jadi tidak bagus,” tuturnya.
Doa Orang Tua dan Target Jadi Polwan
Di balik ketenangannya, Novin mengakui dukungan penuh kedua orang tuanya menjadi fondasi utama. Restu dan doa yang terus dipanjatkan keluarganya ia yakini sebagai kunci kelancaran tugasnya pada hari bersejarah tersebut.
“Orang tua sangat mendukung apa yang saya impikan. Jadi, doa orang tua dan usaha itu salah satu kunci keberhasilannya,” ucapnya.
Pengalaman berharga sebagai pembawa baki ini ia nilai sejalan dengan cita-cita besarnya untuk menjadi Polisi Wanita (Polwan). Ketangguhan mental dan kedisiplinan yang ditempa selama latihan Paskibraka diyakini menjadi bekal berharga untuk meraih seragam cokelat tersebut.
“Harapan saya, semoga saya bisa kedepannya lebih sukses lagi dan lebih berhasil lagi,” ungkapnya.