TAMIANG LAYANG — Bupati Barito Timur M. Yamin mengajak masyarakat menjadikan peringatan Hari Jadi ke-24 sebagai momentum memperkuat kebersamaan dan semangat pembangunan. Hal itu disampaikan usai penetapan tema dan logo resmi melalui Keputusan Bupati Nomor 180/189/HUK/2026 pada 17 Juli 2026.
“Mari kita jadikan momentum ini sebagai penyemangat untuk terus berkarya demi kemajuan Barito Timur yang kita cintai,” ujar M. Yamin dalam rilis yang diterima media.
Makna di Balik Logo: Enggang, Rumah Adat, hingga Lanskap Hijau
Logo Hari Jadi ke-24 dirancang dengan berbagai unsur yang mencerminkan identitas dan semangat pembangunan berkelanjutan. Di dalamnya terdapat angka 24, Burung Enggang, motif Dayak, Tugu Gunung Perak, rumah adat, serta pepohonan dan lanskap hijau.
Menurut Bupati, setiap elemen merepresentasikan kekayaan budaya Barito Timur sekaligus komitmen terhadap pelestarian lingkungan. “Kemajuan daerah harus berjalan seiring dengan pelestarian budaya, menjaga kelestarian lingkungan, serta memperkuat persatuan,” tegasnya.
Tema SEGAH: Pembangunan Tanpa Tinggalkan Kearifan Lokal
Tema yang diusung tahun ini adalah “Sinergi Budaya dan Pembangunan Berkelanjutan Menuju Barito Timur Sejahtera, Elegan, Gigih, Amanah dan Harmonis (SEGAH).” Tema itu menjadi tekad bersama mewujudkan pembangunan yang maju tanpa meninggalkan nilai-nilai budaya dan kearifan lokal.
Bupati menambahkan, peringatan Hari Jadi bukan sekadar seremoni tahunan. “Saya mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus bersinergi membangun Barito Timur,” pungkasnya.
Pedoman Resmi Mulai Berlaku 17 Juli 2026
Keputusan Bupati Barito Timur Nomor 180/189/HUK/2026 ditetapkan di Tamiang Layang pada 17 Juli 2026 dan mulai berlaku sejak tanggal ditetapkan. Keputusan ini menjadi dasar penggunaan tema dan logo resmi untuk seluruh rangkaian kegiatan peringatan Hari Jadi Kabupaten Barito Timur ke-24 Tahun 2026.
Peringatan Hari Jadi ke-24 diharapkan menjadi momentum penguatan persatuan dan gotong royong seluruh masyarakat Barito Timur dalam melanjutkan pembangunan daerah.