PURUK CAHU — Sebanyak 42 warga dari berbagai kecamatan di Kabupaten Murung Raya resmi menyelesaikan Program UPPKA Naik Kelas yang digelar selama tiga bulan, sejak 6 April hingga 6 Juli 2026. Penutupan kegiatan dilakukan di Aula Cahai Ondhui Tingang, Senin (6/7/2026), oleh Asisten III Setda Murung Raya, Andri Raya, yang mewakili Bupati Heriyus.
Kepala Bidang Ketahanan dan Kesejahteraan Keluarga DP3ADALDUKKB Murung Raya, Sholihatul Amaliah, melaporkan bahwa jumlah peserta program mencapai 42 orang, lebih tinggi dari target awal 40 peserta. Hasil monitoring dan evaluasi menunjukkan program berjalan efektif dan memberikan dampak positif dalam meningkatkan pengetahuan serta keterampilan peserta mengembangkan usaha.
Modal Usaha dan Piagam untuk Peserta Terbaik
Rangkaian penutupan diisi dengan penyerahan piagam kepada kelompok UPPKA terbaik, bantuan alat penunjang usaha, serta penghargaan bagi para fasilitator dan pihak yang berkontribusi dalam menyukseskan program. Acara turut dihadiri Ketua GOW Murung Raya Dina Maulidah, sejumlah kepala perangkat daerah, perwakilan Bank Kalteng, narasumber, dan fasilitator.
Pemkab: Kesejahteraan Daerah Berawal dari Ekonomi Keluarga
Membacakan sambutan Bupati Murung Raya, Andri Raya menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta yang telah menyelesaikan rangkaian program dengan baik. Ia menegaskan bahwa peningkatan kesejahteraan daerah harus dimulai dari penguatan ekonomi keluarga.
"Pemerintah daerah akan terus mendorong berbagai program pemberdayaan masyarakat agar lebih mandiri, kreatif, dan mampu bersaing dalam menghadapi tantangan ekonomi," ujar Andri Raya dalam sambutannya.
Dorongan Berkelanjutan untuk UMKM dan Keluarga Akseptor
Program UPPKA Naik Kelas merupakan bagian dari upaya Pemkab Murung Raya memperkuat kemandirian ekonomi keluarga melalui peningkatan kapasitas usaha produktif masyarakat. Dengan tambahan keterampilan dan dukungan alat usaha, peserta diharapkan mampu mengembangkan usaha secara berkelanjutan.
Ke depan, Pemkab Murung Raya berencana melanjutkan program serupa dengan sasaran lebih luas, menyasar keluarga akseptor di kecamatan-kecamatan yang belum terjangkau pada tahap pertama ini.