KALIMANTAN TENGAH — FortNine, kanal otomotif asal Kanada, baru-baru ini mengunggah video perjalanan jauh memakai Can-Am Origin, motor dual-sport listrik buatan Meksiko. Perjalanan itu berlangsung di wilayah British Columbia, Kanada, dan jadi bahan perdebatan di kalangan penggemar motor listrik soal apakah waktu charging lama memang layak dikeluhkan.
Can-Am Origin dengan Jarak Tempuh Terbatas Jadi Pilihan Aneh untuk Touring
Can-Am Origin adalah motor listrik dual-sport yang diproduksi di Meksiko. Dalam pengujian yang dilakukan Andy Kalmowitz selama sebulan, motor ini dinilai cocok untuk komuter harian, tapi punya keterbatasan praktis di dunia nyata.
Jarak tempuh maksimal yang ia rasakan hanya 89 mil, jauh lebih pendek dibanding Zero S yang dipakai Collin Woodward dalam perjalanan serupa. Zero S sendiri punya jarak sekitar 150 mil dan tetap menyulitkan saat jadwal ketat.
Charging Lebih dari Satu Jam, tapi Justru Dipakai untuk Menjelajah
Di awal perjalanan, waktu charging yang lebih dari satu jam terasa seperti gangguan. Cukup untuk makan siang dan ke toilet, lalu bingung mau ngapain lagi.
FortNine kemudian mengubah cara pandang itu. Alih-alih sekadar isi bensin cepat di SPBU lalu lanjut, pengendara dipaksa melambat dan menghabiskan waktu di lokasi sekitar.
- Di Brittannia, ia melihat dump truck raksasa dan mempelajari sejarah tambang tembaga yang pernah menghasilkan 19% pasokan dunia.
- Di Whistler, ia menikmati roti khas di Squamish Lil'Wat Cultural Centre sampai nambah porsi setelah motor selesai di-charge.
- Di Pemberton, ia mengunjungi pamannya dan melihat Triumph TR6 vintage, pesawat radio kontrol, serta koleksi file (perkakas, bukan dokumen rahasia).
- Di Lillooet, charger yang direncanakan tidak berfungsi, tapi ada satu di toko vape yang bisa dipakai. Pemandangannya luar biasa.
Kebakaran Hutan Memaksa Rute Berubah, Berujung Insiden dengan Rusa
Penutupan jalan akibat kebakaran hutan memaksa perjalanan keluar dari rute semula. Detour ini jadi kesempatan menguji kemampuan off-road Can-Am Origin.
Karena rute memutar, ia berkendara sampai malam. Di situ ia menabrak seekor rusa, insiden yang ia bahas di video terpisah. Beruntung, motor tetap tegak dan ia maupun rusa hanya mengalami kerusakan permukaan.
Video berakhir di titik itu. Kemungkinan kru memutuskan mengakhiri perjalanan dan membawa Can-Am kembali ke Vancouver daripada melanjutkan setelah menabrak rusa.
Masalahnya Bukan Motor Listriknya, tapi Baterai Kecil dan Jarak Pendek
FortNine menegaskan, dalam semua kasus ini, pengalaman mengendarai motor listrik bukanlah masalahnya. Justru sebaliknya, semua orang menikmatinya.
Persoalannya, kendaraan kecil butuh baterai kecil, yang tidak bisa menyimpan banyak daya, sehingga jarak tempuhnya terbatas. Tidak akan ada yang melakukan perjalanan Iron Butt Saddlesore 1000 dengan motor listrik dalam waktu dekat.
Sebagian besar road trip menempuh banyak mil dalam waktu singkat. Dengan cuti kerja terbatas dan tuntutan hidup modern, itu satu-satunya cara mengunjungi tempat jauh dari wilayah biasa.
FortNine mengingatkan, perjalanan itu sendiri adalah bagian dari petualangan. Setengah video ini tidak ada hubungannya dengan motor, tapi dengan tempat dan pengalaman yang dialami selama perjalanan. Sampai motor listrik bisa mengisi daya untuk 200 mil dalam lima menit, mereka memaksa pengendara melambat dan merasakan tempat yang dikunjungi, bukan sekadar melintasinya.