Pencarian

Karhutla Kotim Belum Reda, Dompet Dhuafa Gelar Doa Bersama Memohon Hujan di Basirih Hulu

Sabtu, 19 September 2026 • 10:39:31 WIB
Karhutla Kotim Belum Reda, Dompet Dhuafa Gelar Doa Bersama Memohon Hujan di Basirih Hulu

Dompet Dhuafa menggelar doa bersama di Lapangan Pondok Pesantren Sabilal Muttaqin, Desa Basirih Hulu, Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, sebagai ikhtiar spiritual menghadapi karhutla yang belum reda di tengah kemarau panjang. Kegiatan yang dirangkaikan dengan aksi kemanusiaan itu menghadirkan KH Muhammad Makki, Ustaz Nanang Kasim, dan Pimpinan Cabang Dompet Dhuafa Kalteng Puji Siswanto. Ketua Pengurus Dompet Dhuafa Ahmad Juwaini menyebut doa bersama sebagai ruang kolaborasi masyarakat, pesantren, relawan, dan mitra dalam merespons dampak bencana.

SAMPIT — Doa bersama di Basirih Hulu menjadi penanda bahwa penanganan karhutla di Kotawaringin Timur tidak cukup hanya lewat pemadaman. Kemarau panjang yang disertai kebakaran hutan dan lahan mulai dirasakan warga melalui penurunan kualitas udara, gangguan kesehatan, hingga persoalan ketersediaan air bersih di sejumlah wilayah.

Ahmad Juwaini menegaskan bahwa pendekatan spiritual dan aksi kemanusiaan dijalankan bersamaan. "Sebagai bentuk usaha lahir dan batin menghadapi kondisi tersebut, Dompet Dhuafa menginisiasi doa bersama yang dirangkaikan dengan sejumlah aksi kemanusiaan bagi masyarakat," kata Ahmad di Basirih Hulu, Jumat.

Relawan dan Tim DMC Dikerahkan ke Titik Api

Selain doa bersama, Dompet Dhuafa menggerakkan sumber daya kemanusiaan untuk membantu warga terdampak. Relawan dan tim Disaster Management Center (DMC) dikerahkan ke sejumlah lokasi yang membutuhkan penanganan.

"Kami terus berupaya membantu masyarakat terutama dari dampak karhutla dengan menggerakkan para relawan dan tim DMC Dompet Dhuafa untuk melakukan pemadaman pada titik api," ucap Ahmad.

Penanganan dampak karhutla juga menyasar sisi kesehatan. Tim medis dikerahkan untuk membantu penyintas, sementara masker dibagikan guna mengurangi risiko paparan asap secara langsung.

Pos Medis Gratis dan Pembagian Masker untuk Warga

Layanan kesehatan menjadi bagian dari rangkaian kegiatan di Basirih Hulu. Warga yang mengalami gangguan akibat paparan asap mendapat penanganan langsung dari tim medis yang disiagakan.

"Pada kegiatan ini kami juga menghadirkan layanan pos medis secara gratis dan pembagian masker kepada masyarakat," lanjut Ahmad.

Pembagian masker dinilai penting karena kualitas udara yang memburuk akibat asap karhutla berdampak paling cepat pada kelompok rentan, termasuk anak-anak dan lansia.

Safe School, Ruang Belajar dengan Exhaust Fan dan Tanaman

Dompet Dhuafa mengembangkan konsep safe school untuk melindungi anak-anak dari dampak kabut asap selama aktivitas pembelajaran. Ruangan tersebut dilengkapi kipas penyedot udara atau exhaust fan, akuarium, serta tanaman yang diharapkan menciptakan kondisi udara lebih nyaman di lingkungan sekolah.

Anak-anak termasuk kelompok yang perlu mendapat perhatian ketika kualitas udara memburuk. Lingkungan belajar yang lebih terlindungi diharapkan menjaga keberlangsungan aktivitas pendidikan sekaligus mengurangi paparan asap.

Doa Bersama sebagai Ruang Kolaborasi Lintas Pihak

Ahmad menjelaskan, doa bersama diharapkan tidak hanya menjadi kegiatan keagamaan. Kegiatan itu menjadi wadah mempertemukan berbagai unsur masyarakat dalam menghadapi dampak bencana secara bersama-sama.

"Doa bersama ini diharapkan menjadi ruang kolaborasi antara masyarakat, pesantren, relawan, mitra, dan berbagai pihak dalam merespons kondisi kemarau dan karhutla melalui pendekatan spiritual, sosial, dan kemanusiaan," tuturnya.

Rangkaian aksi tersebut menjadi bagian dari respons kemanusiaan terhadap kondisi karhutla dan kemarau yang berdampak luas di Kotim. Pendekatan spiritual melalui doa bersama dilakukan sebagai ikhtiar memohon turunnya hujan dan berakhirnya kondisi kekeringan serta asap.

"Melalui kombinasi pendekatan spiritual, layanan kesehatan, mitigasi bencana, serta pemberian bantuan langsung, Dompet Dhuafa berharap masyarakat dapat lebih kuat menghadapi dampak kemarau dan karhutla yang masih berlangsung di Kotim," demikian Ahmad.

Follow kabarpalangkaraya.id

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: kalteng.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks