BPBD Kabupaten Barito Utara bersama tim gabungan kembali memadamkan kebakaran hutan dan lahan di kawasan observasi Yayasan Chanee Kalaweit, Kecamatan Teweh Selatan, Kalimantan Tengah. Pemadaman lanjutan dilakukan setelah tim berkoordinasi dengan pihak yayasan untuk menentukan titik api yang perlu ditangani. Total luasan hutan yang terdampak berdasarkan pendataan lapangan mencapai sekitar 170 hektare.
MUARA TEWEH — Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Barito Utara Rizali Hadi menyatakan penanganan dimulai pukul 07.15 WIB. Tim bergerak setelah berkoordinasi dengan Yayasan Chanee Kalaweit untuk memetakan titik api yang masih aktif.
Berdasarkan hasil koordinasi, tim dibagi menjadi dua kelompok. Masing-masing menangani lokasi berbeda yang sebelumnya terpantau melalui drone termal.
Tim Manggala Agni Bergerak ke Arah Timur
Tim Manggala Agni melakukan pemadaman ke arah timur, sekitar 1,25 kilometer dari pinggir Jalan PT PAMA TOP Km 4. Tim tersebut didukung pihak perusahaan PT PAMA TOP dan masyarakat setempat.
Sementara Tim BPBD bersama pihak Chanee Kalaweit menangani lokasi di Jalan PT BIMAL Km 11. Lokasi itu sebelumnya terpantau melalui drone termal pada malam hari dan menunjukkan beberapa titik api yang berpotensi menjalar.
"Lokasi kebakaran di Jalan PT BIMAL Km 11 berjarak sekitar satu kilometer secara garis lurus dari kawasan Hutan Observasi milik Yayasan Chanee Kalaweit," jelas Rizali.
Pengisian Tangki Air dan Pengecekan Ulang Drone Termal
Setibanya di lokasi, tim BPBD bersama pihak Chanee Kalaweit menuju sumber air untuk mengisi tangki air milik ANUA dan Fire Jeep BPBD. Setelah tangki terisi, tim bergerak menuju titik kebakaran.
Sebelum pemadaman dilakukan, pihak Chanee Kalaweit kembali mengecek menggunakan drone termal. Pengecekan itu untuk memastikan titik api yang menjadi sasaran penanganan.
Sekitar pukul 14.18 WIB, pihak Chanee Kalaweit menyatakan penanganan kebakaran hutan di Jalan PT BIMAL Km 11 telah dapat dikendalikan.
Kondisi Sementara Kondusif, Pemantauan Tetap Dilakukan
"Setelah dilakukan koordinasi, tim gabungan memutuskan kembali ke Posko BPBD karena kondisi di Jalan PT PAMA TOP Km 4 dan Jalan PT BIMAL Km 11 untuk sementara kondusif. Tidak ditemukan lagi api maupun bara api yang masih aktif," kata Rizali.
BPBD mengerahkan satu unit mobil Fire Jeep dan satu unit mobil personel. Manggala Agni mengerahkan satu unit mobil, ditambah dua unit mobil Triton ANUA, satu unit Triton PT PAMA TOP, dan dua unit sepeda motor milik ANUA.
Peralatan yang digunakan BPBD antara lain empat roll selang ukuran 1,5 inci, satu buah nozzle ukuran 1,5 inci, dan satu buah connector Y ukuran 1,5 inci.
Kebakaran Permukaan di Tanah Mineral dengan Serasah Tebal
Hasil pendataan di lapangan menunjukkan tipe kebakaran merupakan kebakaran permukaan dengan kondisi tanah mineral dan serasah yang cukup tebal. Vegetasi yang terbakar berupa tumpukan pepohonan, dedaunan, dan semak belukar, dengan kondisi cuaca berangin.
"Total luasan hutan yang terdampak berdasarkan pendataan mencapai sekitar 170 hektare. Karena itu, pemantauan tetap perlu dilakukan untuk mengantisipasi munculnya kembali titik api, terutama dalam kondisi cuaca berangin," pungkas Rizali Hadi.