KALIMANTAN TENGAH — PT Multi Harapan Utama (MHU) menerima kunjungan sejumlah perusahaan engineering asal Jerman di area operasionalnya di Kalimantan Timur. Kunjungan itu menjadi bagian dari business forum dan site visit yang digagas Kementerian ESDM bersama German Engineering Federation (VDMA) dan didukung EKONID. Dari pertemuan tersebut, MHU membuka peluang kolaborasi teknologi untuk efisiensi operasional, keselamatan kerja, dan pengurangan emisi.
Agenda itu mempertemukan pelaku industri Indonesia dan Jerman untuk melihat langsung kebutuhan teknologi di lapangan. Fokusnya mencakup efisiensi operasional, keselamatan kerja, pengelolaan lingkungan, hingga upaya pengurangan emisi di sektor pertambangan.
Apa yang Dilihat Delegasi Jerman di Lokasi Tambang
Delegasi meninjau sejumlah aktivitas operasional MHU, mulai dari pengelolaan sumber daya dan kegiatan pertambangan hingga penerapan aspek keselamatan dan lingkungan. MHU juga memaparkan sejumlah inisiatif, termasuk peningkatan efisiensi, pengurangan emisi, reklamasi lahan pascatambang, dan pemanfaatan energi terbarukan di fasilitas perusahaan.
Melalui peninjauan lapangan dan diskusi, perusahaan engineering Jerman bisa memahami karakteristik operasional pertambangan di Indonesia. Bagi MHU, pertemuan itu menjadi ruang untuk menilai kesesuaian solusi teknologi dengan kebutuhan perusahaan, terutama pada peningkatan produktivitas, keselamatan, dan kinerja lingkungan.
Peluang Kolaborasi Teknologi dan Engineering
Presiden Direktur MHU Kemal Djamil Siregar menyambut baik kunjungan delegasi Jerman. Menurutnya, pertemuan tersebut membuka kesempatan bagi kedua pihak untuk bertukar pengalaman dan perspektif soal perkembangan teknologi di industri pertambangan global.
"Kami menyambut baik kunjungan delegasi Jerman ke MHU. Ini menjadi kesempatan bagi kami untuk berbagi pengalaman mengenai kegiatan operasional pertambangan sekaligus mendapatkan perspektif baru mengenai perkembangan teknologi dan solusi engineering di industri pertambangan global," ujar Kemal dalam siaran pers, Sabtu (19/9/2026).
Kemal menambahkan, pihaknya melihat ruang yang luas untuk saling belajar dan mengeksplorasi solusi yang relevan dengan kebutuhan di lapangan. Harapannya, dialog tersebut dapat berkembang menjadi peluang kolaborasi di bidang teknologi, engineering, dan inovasi yang memberi nilai tambah bagi kegiatan operasional.
"Kami melihat ada ruang yang luas untuk saling belajar dan mengeksplorasi solusi yang relevan dengan kebutuhan di lapangan. Harapannya, dialog ini dapat berkembang menjadi peluang kolaborasi di bidang teknologi, engineering, dan inovasi yang memberikan nilai tambah bagi kegiatan operasional," kata Kemal.
Konteks Kerja Sama Indonesia-Jerman
Kunjungan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat kerja sama industri antara Indonesia dan Jerman, khususnya di sektor pertambangan yang tengah menghadapi tekanan untuk beroperasi lebih efisien dan ramah lingkungan. German Engineering Federation (VDMA) menaungi sejumlah perusahaan engineering Jerman yang bergerak di bidang teknologi industri, sementara EKONID berperan sebagai kamar dagang yang menjembatani kepentingan bisnis kedua negara.
Bagi MHU, keterlibatan dalam forum tersebut sejalan dengan kebutuhan perusahaan untuk terus meningkatkan kinerja operasional dan lingkungan. Kolaborasi lintas negara di bidang teknologi pertambangan berpotensi mempercepat adopsi solusi yang sudah teruji di pasar global, sekaligus membuka akses bagi perusahaan Jerman terhadap karakteristik operasional tambang di Indonesia.
Langkah MHU menjajaki kerja sama teknologi dengan perusahaan engineering Jerman menandai arah baru industri pertambangan nasional yang semakin terbuka terhadap solusi internasional. Jika berlanjut ke tahap kerja sama konkret, dampaknya tidak hanya pada efisiensi satu perusahaan, tetapi juga pada standar keselamatan dan pengelolaan lingkungan di sektor tambang batu bara dalam negeri.