KALIMANTAN TENGAH — Teleskop luar angkasa Nancy Grace Roman milik NASA diproyeksikan bertahan 22 tahun, lebih dari dua kali lipat target awal 10 tahun. Penghematan bahan bakar dan bobot saat peluncuran membuat misi pencarian galaksi baru ini bisa beroperasi jauh lebih lama. Wahana itu masih dalam perjalanan menuju titik Lagrange 2, sekitar 2,4 juta kilometer dari Bumi.
NASA mengonfirmasi bahwa Nancy Grace Roman Space Telescope kini punya cadangan bahan bakar untuk 22 tahun operasi, padahal perencanaan awal hanya 10 tahun. Teleskop yang diluncurkan 30 Agustus dengan roket SpaceX Falcon Heavy itu belum sampai tujuan akhirnya di Lagrange Point 2 (L2), tetapi tim kendali sudah mencatatkan penghematan signifikan dari manuver pembakaran pertamanya.
Pembakaran Pertama Hanya Pakai 40 Pound Bahan Bakar
Setelah dilepas ke ruang angkasa, Roman harus melakukan beberapa pembakaran sendiri untuk mengarahkan diri ke L2, wilayah di mana gaya sentrifugal orbit hampir menyeimbangkan gaya gravitasi sehingga wahana bisa "parkir" dengan efisien. NASA menganggarkan 441 pound bahan bakar untuk seluruh rangkaian manuver itu, lengkap dengan margin antisipasi jika ada penyimpangan.
Hasilnya jauh di bawah perkiraan. Pembakaran pertama hanya menghabiskan kurang dari 10 persen anggaran, atau sekitar 40 pound. Penghematan itu setara dengan tambahan empat tahun masa sains.
Efek Berantai: Manuver Berikutnya Ikut Mengecil
Keberhasilan pembakaran pertama berdampak berantai. Pembakaran kedua yang sudah dijadwalkan tidak perlu sebesar rencana awal, begitu pula manuver akhir untuk memarkir Roman di L2. Akumulasi penghematan dari seluruh tahap itu menambah empat tahun lagi masa operasi.
Faktor kedua datang dari bobot wahana. Roman selesai dirakit sekitar 4.000 pound lebih ringan dari proyeksi semula. Rencana awal hanya mengisi tangki bahan bakar sebagian karena kekhawatiran bobot; dengan tubuh yang lebih ramping, NASA bisa mengisi tangki hingga penuh. Tambahan ini menyumbang empat tahun berikutnya, sehingga total perpanjangan mencapai 12 tahun di atas 10 tahun yang dialokasikan.
Instrumen Wide Field Sudah Aktif dan Siap Memotret
Dengan 22 tahun pasokan bahan bakar untuk menjaga posisi di L2, Roman akan menjalankan misi yang berbeda dari James Webb Space Telescope. Webb dirancang mengambil gambar resolusi sangat tinggi dari objek yang sudah diketahui, sedangkan Roman bertugas memotret bidang sangat lebar untuk menemukan galaksi, dunia, dan fenomena yang belum pernah terdeteksi.
Misi ini mirip dengan tugas legendaris Hubble, tetapi dengan kemampuan lebih besar. Wide Field Instrument (WFI) milik Roman bisa mengambil gambar 200 kali ukuran bidang Hubble, dan diperkirakan menangkap area langit lima kali lebih luas dalam lima tahun dibandingkan yang dicapai Hubble selama 30 tahun.
NASA baru saja mengaktifkan WFI tanpa kendala. Prosesnya tergolong rumit karena agensi harus menyalakan pemanas di wahana untuk menguapkan sisa air atau bahan kimia pada detektor. Pemanas membawa detektor hingga 85 derajat Fahrenheit, lalu suhu diturunkan bertahap ke minus 225 derajat Fahrenheit. WFI dinyalakan pada titik itu dan, dengan semua sistem normal, didinginkan ke suhu alaminya minus 300 derajat Fahrenheit.
Kapan Gambar Pertama Sampai ke Bumi
Gambar pertama diperkirakan tiba di Bumi setelah Roman mencapai L2, yakni sekitar akhir tahun ini atau awal tahun depan. Setelah itu, misi ini dijadwalkan berjalan setidaknya 22 tahun untuk mempelajari alam semesta dengan laju yang lebih cepat dibandingkan sebelumnya.