KALIMANTAN TENGAH — Persija Jakarta tiba di Bali dua hari sebelum menghadapi Java United FC pada laga lanjutan BRI Super League 2026/27 di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Sabtu (19/9) pukul 19.00 WIB. Kedatangan lebih awal itu menyimpang dari kebiasaan tim yang biasanya baru tiba sehari menjelang pertandingan.
Paragraf pembuka: Perubahan jadwal kedatangan dipilih untuk memberi ruang lebih luas bagi pelatih Shin Tae-yong mengatur kondisi pemain. Macan Kemayoran datang ke Bali dengan modal dua kemenangan beruntun dan membidik hasil ketiga.
Dua Hari Lebih Awal, Bukan Sehari Sebelum Laga
Rombongan Persija sudah menginjakkan kaki di Bali sejak dua hari sebelum pertandingan. Sebelumnya, tim biasanya baru tiba sehari menjelang laga.
Shin Tae-yong menilai waktu tambahan itu berdampak langsung pada kesiapan skuad. Program kebugaran dan pengaturan kondisi pemain bisa berjalan lebih tenang.
"Persiapan berjalan dengan baik. Kami datang dua hari sebelum pertandingan, bukan sehari sebelumnya. Jadi, pengaturan kondisi pemain juga berjalan dengan baik saat ini," ujar Shin Tae-yong dalam konferensi pers pralaga.
Modal Dua Kemenangan, Tapi Tetap Harus Fokus
Persija mengawali musim dengan catatan sempurna. Borneo FC Samarinda ditaklukkan 1-0 pada laga pembuka, lalu Persib Bandung dikalahkan 2-1 pada pekan kedua.
Shin menolak modal itu membuat anak asuhnya lengah. Ia meminta para pemain tetap menjalankan rencana permainan dan menunjukkan identitas Persija sejak menit awal.
"Asalkan kami tidak lengah dan bisa menjalankan permainan kami dengan baik, saya pikir kami akan mendapatkan hasil yang bagus," kata Shin Tae-yong.
Java United Belum Menang, tapi Bukan Lawan Mudah
Java United baru mengoleksi satu poin dari dua pertandingan. Mereka bermain imbang 1-1 melawan Garudayaksa FC, kemudian kalah 2-3 dari Persita Tangerang.
Bagi Shin, catatan itu belum menggambarkan kekuatan sebenarnya Java United. Ia menilai calon lawannya punya organisasi permainan yang cukup baik.
Mobilitas dan kecepatan sejumlah pemain Java United disebutnya bisa menjadi ancaman bagi lini pertahanan Persija.
"Secara permainan mereka tidak buruk. Hanya saja, gol tidak kunjung datang sehingga mereka belum bisa meraih kemenangan. Kami harus tetap waspada dan memainkan pertandingan dengan baik," tutur Shin.
Ujian Konsistensi di Luar Jakarta
Laga di Gianyar menjadi ujian bagi Persija untuk mempertahankan konsistensi. Bermain di luar Jakarta dengan tekanan sebagai pemuncak sementara menjadi tantangan tersendiri.
Shin menegaskan tiga poin tidak akan datang mudah jika timnya kehilangan konsentrasi. Disiplin dan fokus disebutnya sebagai kunci menghadapi Java United.
Penutup: Kemenangan ketiga akan memperkuat posisi Persija di papan atas BRI Super League 2026/27. Bagi Java United, laga ini menjadi kesempatan keluar dari tekanan setelah dua pekan tanpa kemenangan.