Pencarian

Pertamina Setop Pasokan Biosolar 30 Hari ke SPBU Subang, Ini Biang Keroknya

Sabtu, 05 September 2026 • 11:23:01 WIB
Pertamina Setop Pasokan Biosolar 30 Hari ke SPBU Subang, Ini Biang Keroknya
Pertamina menghentikan sementara pasokan Biosolar ke SPBU di Subang selama 30 hari terhitung sejak 22 Agustus 2026.

KALIMANTAN TENGAH — Penghentian pasokan berlaku mulai 22 Agustus 2026. Selama periode itu, Pertamina memastikan masyarakat tetap bisa mendapatkan Biosolar di tiga SPBU terdekat, yakni SPBU 3441207, SPBU 3441234, dan SPBU 3441218.

Kronologi pelanggaran terungkap dari hasil pemeriksaan data transaksi. Pada 13 Agustus 2026 pukul 23.23 WIB, 23.26 WIB, dan 23.29 WIB, terjadi aktivitas pengisian Biosolar secara berulang dalam rentang waktu enam menit. Total volume yang diisi mencapai 220,31 liter.

Modus Barcode Beda Nomor Polisi

Pertamina mencurigai transaksi tersebut menggunakan barcode kendaraan yang tidak sesuai dengan nomor polisi kendaraan yang mengisi. Pola ini menjadi indikasi kuat praktik penyaluran subsidi yang tidak tepat sasaran.

“Setiap indikasi ketidaksesuaian dalam proses penyaluran akan kami tindaklanjuti melalui pemeriksaan dan langkah korektif sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” ujar Area Manager Communications, Relations & CSR Regional JBB PT Pertamina Patra Niaga, Reno Fri Daryanto.

Reno menambahkan, pengawasan di lapangan terus diperkuat. Tujuannya memastikan penyaluran BBM subsidi berlangsung transparan dan akuntabel.

164 SPBU Sudah Dibina Sepanjang 2026

Penindakan terhadap SPBU Subang ini bukan kasus tunggal. Sepanjang tahun hingga 3 September 2026, Pertamina Patra Niaga Regional JBB telah membina 164 SPBU di tiga provinsi wilayah kerjanya. Pembinaan menyasar tata kelola dan kepatuhan penyaluran BBM subsidi.

Langkah pembinaan berjalan beriringan dengan sanksi tegas. Pertamina ingin memastikan tidak ada ruang bagi praktik yang merugikan negara dan masyarakat.

“Pertamina berkomitmen menjaga BBM subsidi benar-benar diterima oleh masyarakat yang berhak,” tegas Reno.

Hingga saat ini, pengawasan dan evaluasi terhadap seluruh SPBU penyalur Biosolar terus berjalan. Jika ditemukan indikasi pelanggaran lain, Pertamina tidak segan mengambil tindakan sesuai aturan yang berlaku.

Kasus ini menjadi pengingat bahwa pengawasan penyaluran BBM subsidi membutuhkan ketelitian data. Sistem digital Pertamina mampu mendeteksi kejanggalan transaksi dalam hitungan menit—seperti tiga kali pengisian dalam enam menit di SPBU Subang tersebut.

Follow kabarpalangkaraya.id

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: jamberita.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks