Gubernur Kalimantan Tengah Agustiar Sabran membagikan sekitar 5.000 masker, vitamin, dan bubur kacang hijau kepada warga di kawasan Bundaran Besar Palangka Raya, Minggu, sebagai upaya melindungi diri dari paparan asap karhutla. Pembagian ini menjadi salah satu dari rangkaian upaya Pemprov Kalteng dalam pencegahan dan penanganan kebakaran hutan dan lahan beserta dampaknya. Dinas Kesehatan Kalteng turut menyediakan obat sirup khusus untuk anak-anak.
PALANGKA RAYA — Gubernur Kalimantan Tengah Agustiar Sabran turun langsung membagikan masker, vitamin, hingga bubur kacang hijau kepada warga di kawasan Bundaran Besar Palangka Raya. Kegiatan itu menyasar sekitar 5.000 masker yang disiapkan Dinas Kesehatan Kalteng.
Pembagian masker menyasar warga yang beraktivitas di ruang terbuka saat kabut asap karhutla masih menyelimuti sejumlah wilayah. Dinkes Kalteng juga menyiapkan vitamin untuk menjaga daya tahan tubuh dan obat sirup bagi anak-anak.
Mengapa Masker dan Vitamin Dibagikan Sekarang
Agustiar menyebut kegiatan ini hanya satu dari banyak langkah yang telah dijalankan Pemprov Kalteng. Pemadaman langsung di lokasi karhutla tetap jadi prioritas, disertai pembangunan sumur bor dan distribusi air bersih ke sejumlah wilayah.
"Hari ini kita bersama-sama membagikan masker, vitamin hingga bubur kacang hijau. Bersama-sama kita berupaya menjaga kesehatan di tengah kondisi saat ini," kata Gubernur di sela kegiatan.
Menurutnya, kolaborasi lintas pihak terus dijaga. TNI, Polri, mahasiswa, dan organisasi kemasyarakatan dilibatkan untuk mengantisipasi dampak karhutla yang meluas.
"Kolaborasi terus kita lakukan bersama TNI, Polri dan masyarakat. Mahasiswa dan pihak terkait juga siap bergabung berkolaborasi mengantisipasi karhutla," ujarnya.
Siapa Paling Rentan Terdampak Kabut Asap
Pelaksana tugas Kepala Dinas Kesehatan Kalteng Suyuti Syamsul mengingatkan kelompok dengan penyakit penyerta sebagai pihak paling berisiko. Pemakaian masker dinilai penting untuk menekan risiko gangguan kesehatan akibat paparan asap.
Selain masker dan vitamin, Dinkes Kalteng menyalurkan obat sirup yang khusus diperuntukkan bagi anak-anak. Kelompok usia ini dianggap lebih rentan terhadap infeksi saluran pernapasan saat kualitas udara memburuk.
"Kita saling membantu. Jadi tidak hanya pemerintah provinsi, tetapi semua pihak bisa berkoordinasi dan membantu masyarakat," kata Suyuti.
Sinergi dengan Ormas dan Layanan Kesehatan Lanjutan
Sinergi juga dibangun dengan berbagai organisasi kemasyarakatan untuk memperluas jangkauan bantuan. Warga di kawasan padat aktivitas dan permukiman jadi sasaran utama distribusi.
Pemprov Kalteng memastikan penanganan karhutla tidak berhenti pada pemadaman. Distribusi air bersih dan pembangunan sumur bor di wilayah terdampak tetap berjalan untuk menjaga pasokan dasar warga.
Bagi warga yang mengalami gangguan pernapasan akibat kabut asap, Dinkes Kalteng mengarahkan agar segera memanfaatkan layanan kesehatan terdekat. Masker yang dibagikan diminta dipakai saat beraktivitas di luar ruang.