Pencarian

Anggota DPRD Palangka Raya Minta Warga Tak Cukup Lapor Karhutla, Bisa Bantu Air Minum hingga Dampingi Petugas

Kamis, 10 September 2026 • 12:44:31 WIB
Anggota DPRD Palangka Raya Minta Warga Tak Cukup Lapor Karhutla, Bisa Bantu Air Minum hingga Dampingi Petugas
Anggota Komisi III DPRD Kota Palangka Raya Arif M. Norkim meminta warga tidak acuh terhadap karhutla di sekitar permukiman.

Anggota Komisi III DPRD Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah, Arif M. Norkim meminta warga tidak bersikap acuh terhadap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sekitar lingkungan permukiman. Warga yang mampu diminta ikut mendampingi petugas memadamkan api atau memberikan dukungan logistik saat kondisi memungkinkan.

PALANGKA RAYA — Kepedulian warga terhadap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) tidak cukup berhenti pada laporan ke petugas. Anggota Komisi III DPRD Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah, Arif M. Norkim menegaskan bahwa keterlibatan masyarakat sekitar lokasi kebakaran menjadi bagian penting dalam penanganan karhutla.

Menurut Arif, bentuk bantuan yang bisa diberikan warga beragam, tergantung kapasitas dan keselamatan masing-masing. Tidak semua orang harus turun langsung berhadapan dengan api.

Bentuk Bantuan yang Bisa Dilakukan Warga

“Kalau ada karhutla di sekitar permukiman, warga bisa ikut mendampingi dan membantu petugas untuk memadamkan api,” katanya, Rabu.

Namun, ia memahami tidak semua warga memiliki kemampuan maupun peralatan untuk terlibat langsung dalam proses pemadaman. Dalam situasi seperti ini, dukungan lain tetap dibutuhkan tim Satgas yang sedang bekerja di lapangan.

“Kalau memang tidak memungkinkan untuk ikut memadamkan, warga juga bisa membantu memberikan air minum agar tim Satgas tetap fit dalam melakukan pemadaman,” ucapnya.

Melapor Saja Tidak Cukup

Arif menyoroti kebiasaan sebagian warga yang hanya melaporkan adanya titik api, lalu berhenti di situ. Padahal, keselamatan lingkungan permukiman justru bergantung pada respons cepat dan kerja sama semua pihak.

“Intinya warga jangan acuh. Jangan hanya sekadar melapor ada karhutla, tapi tidak peduli dengan lingkungan sekitar permukimannya masing-masing,” tegas Arif.

Penanganan karhutla, lanjut dia, membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat. Kepedulian terhadap lingkungan sekitar menjadi modal utama menghadapi ancaman kebakaran, terutama di kawasan yang berdekatan dengan permukiman padat penduduk.

Warga yang hendak membantu tetap diminta mengedepankan keselamatan diri. Bantuan diberikan hanya apabila kondisi memungkinkan dan tidak mengganggu jalannya operasi pemadaman oleh petugas gabungan.

Follow kabarpalangkaraya.id

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: kalteng.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks