Dinas Pendidikan Barito Selatan, Kalimantan Tengah, memastikan kebijakan Belajar dari Rumah (BDR) atau Pendidikan Jarak Jauh (PJJ) di seluruh satuan pendidikan masih berlaku hingga kebakaran hutan dan lahan (karhutla) benar-benar terkendali. Kepala Dinas Pendidikan Barito Selatan, Dr Manat Simanjuntak, menegaskan pembelajaran jarak jauh akan dievaluasi mengikuti perkembangan kualitas udara di wilayah setempat.
BUNTOK — Ribuan pelajar di Barito Selatan masih harus belajar dari rumah menyusul kabut asap yang menyelimuti wilayah tersebut. Kepala Dinas Pendidikan Barito Selatan, Kalimantan Tengah, Dr Manat Simanjuntak, menegaskan kebijakan Belajar dari Rumah (BDR) atau Pendidikan Jarak Jauh (PJJ) tidak akan dicabut sebelum Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) berada di kategori sehat.
"BDR atau PJJ masih kita terapkan di semua satuan pendidikan sampai kondisi karhutla betul-betul terkendali, terutama kondisi ISPU sudah berada dalam standar sehat," kata Manat di Buntok, Selasa.
Langkah Antisipasi Lindungi Peserta Didik dari Dampak Kabut Asap
Kebijakan ini diambil sebagai langkah antisipasi melindungi peserta didik dari dampak buruk kabut asap. Manat menyebut keselamatan dan kesehatan para pelajar serta tenaga pendidik menjadi prioritas utama dibandingkan mengejar ketertinggalan materi pelajaran.
Meski pembelajaran dilakukan dari rumah, para guru diminta tetap maksimal memberikan materi. Komunikasi antara tenaga pendidik dan peserta didik harus terus berjalan agar hak anak untuk mendapatkan pendidikan tidak hilang di tengah kondisi darurat ini.
"Kami minta semua tenaga pendidik atau guru memaksimalkan PJJ. Jangan sampai karena kondisi seperti ini, peserta didik justru ketinggalan pembelajaran," tegasnya.
Sekolah Tetap Buka: Guru Piket Berjaga Setiap Hari
Kebijakan PJJ tidak lantas membuat lingkungan sekolah kosong melompong. Dinas Pendidikan meminta seluruh kepala sekolah mengatur sistem piket guru di sekolah setiap hari selama masa transisi ini.
Pengaturan piket tersebut merupakan langkah preventif sekaligus memastikan pelayanan dan koordinasi di lingkungan sekolah tetap berjalan meski kegiatan belajar mengajar tatap muka belum kembali dilaksanakan. Sekolah tetap memiliki penanggung jawab yang memantau kondisi gedung dan kesiapan administrasi.
"Semua kepala sekolah kita minta mengatur piket guru setiap hari di sekolah sebagai upaya preventif. Jadi, meskipun pembelajaran dilakukan dari rumah, sekolah tetap ada yang memantau dan memastikan kondisi tetap terkendali," ujar Manat.
Kapan Sekolah Tatap Muka Kembali Dibuka?
Manat menyebut pelaksanaan BDR dan PJJ akan terus dievaluasi mengikuti perkembangan karhutla dan kualitas udara di Barito Selatan. Pembelajaran tatap muka baru akan dipertimbangkan kembali setelah kondisi dinilai cukup aman bagi peserta didik dan tenaga pendidik.
Pihaknya berharap karhutla segera terkendali sehingga proses pembelajaran bisa kembali normal. Namun untuk saat ini, kesehatan jangka panjang para pelajar tidak bisa ditawar.
"Kita tentu berharap kondisi karhutla segera terkendali sehingga proses pembelajaran bisa kembali normal. Tetapi untuk saat ini, keselamatan dan kesehatan peserta didik serta guru tetap menjadi perhatian utama," demikian Manat Simanjuntak.