KALIMANTAN TENGAH — Proyek ini diproduksi 4 ½ Fiction (Norwegia) bekerja sama dengan Scanbox Entertainment (Denmark), dengan Beta Cinema sebagai distributor internasional. Trailer perdana film ini dirilis eksklusif melalui Variety.
Sinopsis dan Pemain Utama
Growth of the Soil mengikuti kisah Isak, diperankan Herbert Nordrum yang sebelumnya dikenal lewat The Worst Person in the World. Isak menemukan sebuah tempat terpencil dan memutuskan untuk menetap di sana.
Di tempat itu ia bertemu Inger, diperankan Asta Kamma August yang tampil di The Hypnosis dan What Lies Between Us. Inger diasingkan oleh komunitasnya, dan bersama-sama mereka membangun kehidupan dari nol.
Seiring waktu, keduanya tumbuh dewasa dan perlahan menjauh satu sama lain. Latar cerita berada di awal abad ke-20.
Adaptasi Novel Nobel dengan Kebebasan Kreatif
Molland dikenal lewat film-film yang dibintangi Stellan Skarsgård seperti In Order of Disappearance dan A Somewhat Gentle Man. Untuk Growth of the Soil, ia mengaku mengambil kebebasan besar dalam mengadaptasi karya Hamsun yang terbit pada 1917.
"When you approach a work of this scale, you can't be too respectful or too admiring. You have to decide what its core is and then liberate yourself from it. It may sound arrogant, but I no longer know which dialogues are Hamsun's and which are mine!" ujar Moland.
Naskah film ini ditulis Moland bersama Gard B. Eidsvold. Menurut Moland, novel Hamsun menangkap denyut perasaan menjadi orang Norwegia.
"This book takes the pulse of that indescribable feeling of being Norwegian. Obviously, nobody lives like that today, but in Growth of the Soil, nature is a dictator. It sets the premise for their existence," katanya.
Kisah Cinta Epik dan Relevansinya
Moland menyebut film ini sebagai kisah cinta epik tentang hubungan seumur hidup beserta segala cobaan yang menyertainya. Hubungan Isak dan Inger tidak dimulai dari gairah, melainkan dari kebutuhan bertahan hidup.
"It's an epic love story. It's about a lifelong connection and all the trials and tribulations that come with it. Their relationship didn't start with passion. Necessity, hunger and cold brought them together. It's an arranged marriage – by nature. But out of that comes affection," jelas Moland.
Tokoh Inger digambarkan sebagai sosok yang membawa kapitalisme ke pertanian mereka. Awalnya peternakan itu adalah proyek bersama, lalu Inger belajar suatu keterampilan dan menjadi perempuan mandiri.
"It used to be a joint project. They had to make the farm thrive and raise the kids. Then she learns a trade, and suddenly, she's an independent woman. She has an appetite for everything she didn't get to experience before. I understand her completely," ujar Moland.
Meski berlatar awal abad ke-20, Moland menilai pergulatan pasangan ini tidak jauh berbeda dari pasangan modern. Menurutnya, dua orang yang awalnya saling mencintai juga bisa saling melukai.
"What makes the film very universal is that two people who start out loving each other are also capable of hurting each other," ucapnya.
Pendekatan Sinematik dan Kritik pada Dialog
Moland mengaku tidak terlalu mempersoalkan karakter-karakternya yang sulit mengekspresikan diri. Baginya, itu justru menjadi kekuatan visual film.
"I like to make movies, not 'talkies'," ujarnya sambil tertawa.
Ia juga menyoroti kecenderungan televisi yang menurutnya mencemari bahasa sinema. Penonton yang menonton lewat iPad atau ponsel membuat dialog harus menjelaskan segalanya secara eksplisit.
"I believe that television is polluting the language of cinema. People watch on their iPads or phones, so the dialogue tells them exactly what happens on screen. To me, there's a great joy in using as few devices as possible. Also, it's a story about two shy people. They don't have any social skills," kata Moland.
Ia menambahkan bahwa banyak film saat ini terlalu sibuk dengan plot rumit. Menurutnya, Growth of the Soil justru langsung terasa dekat karena bercerita tentang manusia.
"Many films today are too preoccupied with complicated plots, which just tires me out. This is instantly relatable because it's about human beings. And human beings are interesting," tutup Moland.
Dengan tayang perdana di TIFF dan San Sebastián sebelum rilis resmi, Growth of the Soil masuk ke bursa Oscar sebagai salah satu judul yang layak diperhitungkan di kategori film internasional.