Bupati Kotim Halikinnor: HUT RI Jadi Sarana Tanam Nasionalisme ke Anak PAUD Sejak Dini

Penulis: Nanda Firmansyah  •  Selasa, 25 Agustus 2026 | 15:24:02 WIB
Bupati Kotim Halikinnor meninjau kegiatan peringatan HUT RI yang melibatkan anak-anak PAUD di Sampit.

SAMPIT — Peringatan kemerdekaan Republik Indonesia tidak hanya dimaknai sebagai seremonial tahunan, tetapi juga menjadi pintu masuk pembentukan karakter generasi penerus. Bupati Kotawaringin Timur, Halikinnor, menekankan pentingnya menanamkan semangat nasionalisme kepada anak-anak PAUD melalui pendekatan yang sesuai dengan usia mereka.

Menurut Halikinnor, nilai-nilai seperti cinta tanah air, kebersamaan, gotong royong, dan penghargaan terhadap jasa pahlawan harus menjadi bagian dari kurikulum tidak tertulis dalam tumbuh kembang anak. Ia menyebut anak-anak PAUD sebagai tunas bangsa yang akan menentukan arah masa depan daerah dan negara.

Anak PAUD Adalah Penerus Estafet Pembangunan

Halikinnor menegaskan bahwa pengenalan semangat kemerdekaan tidak harus melalui narasi berat, melainkan melalui aktivitas edukatif yang menyenangkan. Pendidikan karakter sejak dini dinilai lebih efektif dibandingkan menanamkan nilai-nilai tersebut saat anak sudah beranjak dewasa.

“Peringatan hari kemerdekaan menjadi sarana menanamkan nilai-nilai kebangsaan kepada generasi penerus sejak usia dini. Anak-anak PAUD adalah tunas-tunas bangsa, yang kelak akan melanjutkan estafet pembangunan dan menjaga keutuhan NKRI,” ujar Halikinnor, Selasa (25/8/2026).

Ia berharap momen peringatan kemerdekaan mampu membangkitkan kesadaran kolektif bahwa tanggung jawab menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dimulai dari lingkungan terkecil, yakni keluarga dan sekolah.

Apresiasi untuk Guru PAUD di Kotim

Di tengah pesan kebangsaan itu, Halikinnor juga menyampaikan apresiasi khusus kepada para guru dan tenaga pendidik PAUD di Kotawaringin Timur. Ia menilai dedikasi mereka dalam mendampingi tumbuh kembang anak merupakan fondasi utama terbentuknya generasi berkualitas.

“Terima kasih atas dedikasi dan pengabdiannya dalam mendidik anak-anak dengan penuh kesabaran dan kasih sayang,” katanya.

Peran guru PAUD dinilai krusial karena mereka berada di garda terdepan dalam membentuk sikap, perilaku, dan nilai-nilai kehidupan anak sebelum masuk jenjang pendidikan formal.

Orang Tua Diminta Jadi Teladan di Rumah

Halikinnor tidak hanya menyoroti peran sekolah. Ia mengajak para orang tua untuk berperan aktif dalam membentuk karakter anak di rumah. Lingkungan keluarga disebutnya sebagai tempat pertama dan utama bagi anak untuk belajar mengenai sikap serta nilai-nilai kehidupan.

“Kepada para orang tua, saya mengajak untuk terus mendampingi tumbuh kembang anak, serta menjadi teladan dalam menanamkan nilai-nilai kebangsaan dan karakter yang baik di lingkungan keluarga,” ungkapnya.

Menurutnya, kolaborasi antara guru dan orang tua menjadi kunci untuk memastikan nilai-nilai positif yang diajarkan di sekolah juga diterapkan di rumah. Keteladanan orang tua dinilai lebih berpengaruh dibandingkan sekadar nasihat.

Target: Generasi Berkarakter dan Berjiwa Nasionalis

Halikinnor berharap semangat kemerdekaan menjadi motivasi bersama untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan PAUD di Kotawaringin Timur. Ia optimistis dengan kebersamaan semua pihak, kualitas sumber daya manusia di daerahnya akan meningkat.

“Dengan kebersamaan dan kolaborasi yang kuat, kita dapat mewujudkan generasi yang sehat, cerdas, berkarakter, kreatif, serta memiliki jiwa nasionalisme yang tinggi,” tandasnya.

Pernyataan tersebut disampaikan Halikinnor di tengah rangkaian kegiatan menyambut Hari Kemerdekaan di wilayah Kotawaringin Timur, yang melibatkan berbagai elemen masyarakat, termasuk pelajar dan tenaga pendidik.

Reporter: Nanda Firmansyah
Sumber: tintaborneo.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top