22.203 Titik Panas Terdeteksi di Kalteng Sepanjang 2026, 4.920 Hektare Lahan Terbakar

Penulis: Oki Setiawan  •  Senin, 24 Agustus 2026 | 14:32:31 WIB
Petugas gabungan memantau titik api di kawasan terdampak kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan Tengah, Senin (24/8/2026).

PALANGKA RAYA — Ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Tengah masih jauh dari usai. Kapolda Kalteng Irjen Pol Iwan Kurniawan mengungkapkan, luasan lahan yang terbakar sepanjang tahun ini telah menembus angka 4.920 hektare, tersebar di beberapa wilayah dengan tingkat kerusakan berbeda-beda.

Kondisi pada Senin (24/8/2026) saja, tercatat 858 titik panas muncul dengan 53 di antaranya berstatus firespot. Areal yang hangus pada hari itu bertambah 190,96 hektare, menandakan api masih aktif bergerak di sejumlah titik.

Kotawaringin Timur Jadi Wilayah Terparah, Capai 1.686 Hektare

Kotawaringin Timur menjadi daerah dengan catatan luasan kebakaran terbesar, mencapai sekitar 1.686 hektare. Disusul Kotawaringin Barat dengan 508,5 hektare dan Palangka Raya yang kehilangan 484,20 hektare lahannya.

Barito Timur mencatat angka paling rendah, yakni 14,7 hektare. Data ini menunjukkan sebaran api tidak merata, tetapi konsentrasi terbesar berada di wilayah tengah hingga selatan provinsi.

El Nino Kuat, Polda Bandingkan Data Kebakaran Historis

Irjen Pol Iwan Kurniawan menyebut fenomena El Nino yang terjadi tahun ini masuk kategori sangat kuat, sehingga berpotensi memperparah kondisi. Ia membandingkan dengan periode El Nino sebelumnya yang pernah melanda Kalteng.

Pada 1997, kebakaran hampir mencapai 2 juta hektare. Angka itu turun menjadi sekitar 1.722.030 hektare pada 2006, 583.833 hektare pada 2015, 317.749 hektare pada 2019, dan 165.896 hektare pada 2023.

"Saat ini di tahun 2026 dengan El Nino yang sangat kuat, sampai hari ini luasan yang terbakar sebesar 7.634 hektare. Kita berharap mudah-mudahan bisa kita atasi dan kita tekan supaya tidak terlalu bertambah," tegasnya dalam konferensi pers, Senin (24/8/2026).

10.700 Personel Gabungan Dikerahkan, 650 Tambahan ke Lima Daerah

Menghadapi situasi ini, sekitar 10.700 personel gabungan diterjunkan dalam Satuan Tugas Penanganan Karhutla. Kekuatan ini melibatkan pemerintah daerah, TNI, Polri, BPBD, Manggala Agni, serta Masyarakat Peduli Api.

Polda Kalteng juga menggelar Operasi Aman Nusa dengan menambah 650 personel khusus di lima kabupaten/kota yang menjadi perhatian. Wilayah tersebut adalah Palangka Raya, Pulang Pisau, Kotawaringin Barat, Kotawaringin Timur, dan Kapuas.

"Untuk Kepolisian, kami menggelar Operasi Aman Nusa dan menambah perkuatan khusus di lima kabupaten/kota, yaitu Palangka Raya, Pulang Pisau, Kotawaringin Barat, Kotawaringin Timur dan Kapuas, dengan jumlah personel tambahan 650 personel," pungkas Iwan.

Reporter: Oki Setiawan
Sumber: seputarborneo.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top