KALIMANTAN TENGAH — Pertandingan fase 32 besar Piala Dunia 2026 mempertemukan juara bertahan Argentina dengan debutan Cape Verde di sebuah stadion yang belum disebutkan. Laga berlangsung sengit selama 120 menit dan berakhir dengan skor 3-2 untuk kemenangan Argentina. Gol penentu kemenangan Albiceleste baru tercipta pada menit ke-111.
Momen paling emosional terjadi setelah peluit panjang berbunyi. Lionel Messi, yang sudah mencetak gol ke-20-nya di sepanjang karier Piala Dunia pada menit ke-29, tidak langsung merayakan kemenangan. Ia justru berjalan mendekati gawang lawan dan menyapa Vozinha.
"Kata-katanya sangat berarti bagi saya," ungkap Vozinha kepada media usai pertandingan. Kiper berusia 40 tahun itu mengaku tidak menyangka akan mendapat pengakuan langsung dari pemain sekelas Messi di tengah kekecewaan tersingkir dari turnamen.
Vozinha menjadi alasan utama Cape Verde mampu bertahan hingga menit-menit akhir. Ia berkali-kali menggagalkan peluang emas para penyerang Argentina. Meski akhirnya kebobolan tiga gol, statistik penyelamatan yang dilakukannya membuat lini depan Argentina frustrasi sepanjang laga.
Cape Verde dua kali berhasil menyamakan kedudukan di waktu normal. Tim debutan ini tidak gentar menghadapi juara bertahan dan mampu merepotkan Argentina hingga 120 menit. Penampilan heroik Vozinha di bawah mistar menjadi fondasi perlawanan sengit timnya.
Kekalahan ini memastikan Cape Verde harus mengakhiri kiprah perdana mereka di Piala Dunia. Namun, perlawanan sengit yang mereka tunjukkan melawan Argentina menjadi cerita tersendiri. Vozinha, yang menjadi pemain tertua di lapangan, membuktikan usia bukan halangan untuk tampil di panggung terbesar sepak bola dunia.
Pujian dari Messi menjadi penutup manis bagi perjalanan Vozinha di turnamen ini. "Dia mengatakan saya bermain luar biasa dan pantas mendapat lebih dari hasil ini," kata Vozinha menirukan ucapan sang kapten Argentina. Pengakuan dari pemain terbaik dunia itu menjadi salah satu momen paling berharga dalam karier panjangnya.