KALIMANTAN TENGAH — Permintaan Tuchel ini muncul setelah Inggris memastikan diri melaju ke fase gugur dengan kemenangan dramatis 2-1 atas Republik Demokratik Kongo di Stadion Atlanta, Rabu (1/7/2026). The Three Lions sempat tertinggal lebih dulu akibat gol Brian Cipenga pada menit ketujuh. Dua gol Harry Kane di babak kedua—sundulan menit ke-75 dan tendangan penentu kemenangan pada menit ke-86—menyelamatkan Inggris.
Pertandingan Dini Hari di Meksiko
Di babak 16 besar, Inggris akan menghadapi Meksiko di Stadion Azteca, Mexico City. Laga dijadwalkan kick-off pukul 18.00 waktu setempat. Namun, bagi penonton di Inggris, pertandingan baru dimulai pukul 01.00 dini hari Senin (6/7) waktu setempat. Untuk penonton di Indonesia, laga ini bisa disaksikan pada Senin pagi pukul 07.00 WIB.
Tuchel menyadari jam tayang yang tidak ramah anak menjadi tantangan tersendiri. Ia pun angkat bicara secara terbuka kepada para orang tua di Inggris.
"Piala Dunia Hanya Empat Tahun Sekali"
"Biarkan mereka menonton sepakbola," kata Tuchel seperti dikabarkan Reuters. "Ada begitu banyak waktu untuk bersekolah, tetapi Piala Dunia hanya ada setiap empat tahun sekali. Akan ada pertandingan yang sangat, sangat besar dalam empat hari ke depan. Kami membutuhkan dukungan dari semua orang, dan khususnya dari anak-anak," ujarnya.
Pernyataan pelatih asal Jerman itu sontak menjadi sorotan. Tuchel secara gamblang menempatkan momen sepak bola di atas rutinitas sekolah, setidaknya untuk satu malam. Ia ingin generasi muda Inggris merasakan atmosfer Piala Dunia secara langsung, meski harus melalui layar televisi di tengah malam.
Tekanan di Azteca
Laga melawan Meksiko diprediksi berlangsung sengit. Bermain di kandang lawan yang legendaris, Azteca, Inggris tidak hanya akan menghadapi tekanan dari pemain tuan rumah, tetapi juga dari atmosfer suporter yang fanatik. Dukungan dari anak-anak di Inggris, meski hanya melalui layar kaca, diharapkan bisa menjadi energi tambahan bagi skuad asuhan Tuchel.
Kemenangan atas Kongo menunjukkan mental baja Inggris. Tertinggal sejak menit awal, mereka tidak panik dan mampu membalikkan keadaan di babak kedua. Kini, fokus The Three Lions tertuju pada satu target: melangkah lebih jauh dari babak 16 besar. Dan untuk itu, Tuchel membutuhkan seluruh bangsa Inggris untuk begadang.