KALIMANTAN TENGAH — Film thriller berjudul The Betrayers karya sutradara Kanada David Bezmozgis resmi menggelar tayang perdana dunia di Toronto Film Festival (TIFF). Film ini diadaptasi dari novel terbitan 2014 dan memakan waktu lebih dari sepuluh tahun untuk dirampungkan ke layar lebar. Penayangan perdananya dijadwalkan di ScotiaBank Theatre.
David Bezmozgis kembali menyutradarai film layar lebar lewat The Betrayers, sebuah thriller yang mengangkat kisah dua tokoh Yahudi era Uni Soviet di Crimea masa kini. Film ini menjadi karya ketiga Bezmozgis sebagai sutradara sekaligus penanda debut tayang perdana dunianya di Toronto Film Festival.
Naskah film ini diadaptasi dari novel berjudul sama yang ia terbitkan pada 2014, tepat sebelum Rusia menginvasi Ukraina. Proses adaptasi dari buku ke layar memakan waktu lebih dari sepuluh tahun.
Premis dan Konflik Utama
The Betrayers mempertemukan dua tokoh dengan masa lalu kelam: Baruch Kotler, seorang politikus Israel yang diperankan Michael Aronov, dan Chaim Tankilevitch, mantan informan KGB era 1980-an yang dimainkan Simon McBurney. Kotler terjerumus dalam skandal perselingkuhan dengan Leora, diperankan Kaelen Ohm, yang menghancurkan karier politiknya serta keluarganya.
Akibat skandal tersebut, Kotler dan Leora memilih mengasingkan diri ke Yalta. Di sana, Kotler bertemu Tankilevitch, mantan kawannya yang pengkhianatannya pernah mengirimnya ke Gulag sebelum akhirnya ia sukses di dunia politik Israel.
Ketegangan antara keduanya dibangun perlahan hingga memuncak dalam bentrokan penuh tuduhan dan adu fisik. "Sebagian besar film ini dibangun menuju konfrontasi tersebut," ujar Bezmozgis.
"Jika Kotler tidak bertemu Tankilevitch saat mereka di Yalta, tidak ada filmnya. Jadi semua alur cerita berkaitan dengan politik saat itu, berhubungan dengan masa lalu mereka, dan menjadi masuk akal lewat apa yang terjadi saat mereka bertemu di masa kini," lanjutnya.
Lapisan Pengkhianatan Personal dan Politik
Bezmozgis menyebut naskah film ini sempat diperbarui menyesuaikan perkembangan politik, termasuk perang Ukraina-Rusia yang masih berlangsung dan invasi Israel ke Gaza. Meski demikian, fokus utama tetap pada bagaimana pengkhianatan personal bisa dimanfaatkan oleh ideologi politik.
"Ini lapisan demi lapisan pengkhianatan, personal dan politik, saya berharap terjalin secara organik, tidak ada yang terasa ditempelkan secara dangkal," kata sutradara.
Ia mengaku bertahan menggarap proyek ini selama lebih dari satu dekade karena tema ceritanya dinilai tetap relevan. "Saya memilih menulisnya sebagai novel dulu, tapi saya selalu percaya, bahkan saat itu, ini sesuatu yang ingin saya bawa ke layar," ujarnya kepada The Hollywood Reporter.
Produksi Lintas Negara dan Jadwal Tayang
Meski ceritanya berlatar Ukraina dan Israel, sebagian besar pengambilan gambar The Betrayers dilakukan di Bari, Italia. Film ini merupakan produksi bersama Kanada-Ukraina dengan produser Bill Marks dari Kanada serta Volodymyr Yatsenko dan Anna Yatsenko dari Ukraina.
Selain Michael Aronov, Simon McBurney, dan Kaelen Ohm, film ini juga dibintangi Roxanna Hope Radja. Bezmozgis sebelumnya menyutradarai Victoria Day dan Natasha, serta ikut menulis naskah untuk Charlotte.
"Saya belum pernah punya film sebagai sutradara di TIFF. Saya tinggal di kota ini," kata Bezmozgis menjelang penayangan perdana di ScotiaBank Theatre.
Kehadiran The Betrayers menambah daftar produksi lintas negara yang menyorot persinggungan politik dan identitas, tema yang belakangan kerap muncul di festival film internasional.