KALIMANTAN TENGAH — Marcos Reina mengungkapkan perubahan karakter permainan Arema FC menjadi fokus utama dalam persiapan timnya. Jika musim lalu Singo Edan masih mengandalkan penyerang tengah murni seperti Dalberto dan Joel Vinicius, kini mereka lebih mengandalkan pemain dengan pergerakan dinamis di lini depan.
Duel bertajuk derby Jawa Timur ini tercatat dalam daftar resmi pertandingan BRI Super League 2026/2027. Laga di Stadion Kanjuruhan menjadi salah satu pertandingan yang paling ditunggu pada pekan ketiga karena mempertemukan dua klub dengan rivalitas panjang.
Tanpa Nomor 9 Murni, Serangan Arema Lebih Sulit Dibaca
Marcos menyebut absennya penyerang tengah murni membuat pola serangan Arema FC lebih sulit diprediksi. Pemain di lini depan tidak lagi terpaku pada satu posisi, sehingga pergerakan mereka lebih cair dan dinamis.
"Saat ini mereka tidak bermain memakai murni nomor 9, berbeda seperti musim lalu waktu masih ada Dalberto atau Joel Vinicius. Mereka memiliki pemain yang lebih menyerang, midfielder, winger, pemain yang dinamik seperti Careca, Gustavo Franca, dan winger," kata Marcos.
Perubahan itu membuat lini pertahanan Persik harus lebih waspada terhadap pergerakan tanpa bola. Marcos menilai pola serangan seperti ini menuntut disiplin posisi yang lebih ketat dari para pemain belakangnya.
Sejumlah Pemain Arema Masih Sama, Bek Baru Jadi Perhatian
Meski karakter permainan berubah, Marcos menilai Persik sudah memiliki gambaran soal kekuatan Arema FC. Selain ditangani pelatih yang sama, sejumlah pemain yang menjadi bagian skuad musim lalu juga masih bertahan.
Beberapa nama yang disebut Marcos antara lain Betinho, Blade, Diego Landis, dan Julian Guevara. Arema juga memiliki bek baru Walisson Maia yang menjadi tambahan di lini belakang.
"Banyak pemain yang sama tahun lalu. Jadi beberapa hal yang kita tahu, beberapa hal yang berbeda," katanya.
Analisis Video Jadi Dasar Game Plan Persik
Marcos mengatakan analisis lebih mendalam mengenai Arema FC akan dilakukan tim pelatih melalui rekaman pertandingan. Dari proses tersebut, Persik Kediri akan menyusun game plan untuk menghadapi permainan lawan.
"Besok kami akan melihat video, membuat analisis, game plan, dan mulai fokus bersiap menghadapi mereka," terang Marcos.
Pendekatan ini menjadi bagian dari rutinitas tim pelatih Persik dalam mempersiapkan setiap pertandingan. Marcos menekankan pentingnya memahami detail permainan lawan sebelum menentukan strategi akhir.
Rendy, John, dan Ezra Masih Absen
Sejumlah pemain Persik yang mengalami cedera masih menjalani proses pemulihan. Marcos mengatakan kondisi mereka menunjukkan perkembangan setiap hari, tetapi belum bisa kembali memperkuat tim dalam waktu dekat.
"Mereka masih dalam tahap pemulihan. Setiap hari lebih baik, tidak terlalu lama lagi, tapi tentu saja mereka masih absen untuk saat ini," ungkapnya.
Marcos menyebut Persik Kediri sempat menjalani pramusim dengan beberapa pemain cedera di luar perkiraan. Meski demikian, ia tetap percaya terhadap pemain yang tersedia saat ini.
"Dengan pemain yang kita punya, terus berjuang. Kami melakukannya dengan baik, melawan Dewa, melawan Garuda. Jadi saya percaya pada semua orang di skuad," tegasnya.
Ia berharap beberapa pemain yang masih absen, termasuk Rendy, John, dan Ezra, segera pulih. Kembalinya mereka dinilai akan membuat kekuatan Persik semakin lengkap.
"Tentu saja ketika kita mendapatkan mereka, kita akan lebih kuat. Kita memiliki beberapa pemain yang absen, tapi mereka akan kembali segera dan kita akan lebih kuat," pungkasnya.