KALIMANTAN TENGAH — Kesadaran untuk merencanakan dana pensiun di kalangan pekerja muda Indonesia masih menjadi pekerjaan rumah besar. Menyambut hal itu, TASPEN bersama regulator dan asosiasi industri menggelar acara puncak yang tidak hanya seremonial, tetapi juga dikemas dengan kegiatan edukatif dan interaktif bagi pengunjung.
Corporate Secretary TASPEN, Henra, menegaskan bahwa masa pensiun kerap dianggap sebagai hal yang jauh dan baru dipikirkan ketika masa kerja hampir berakhir. Padahal, kata dia, masa produktif adalah waktu paling tepat untuk membangun fondasi finansial masa depan.
"Saat dalam masa produktif, kita memiliki kesempatan untuk membangun masa depan yang ingin kita jalani, termasuk mempersiapkan masa pensiun. Karena itu, pensiun sebaiknya tidak dipandang sebagai sesuatu yang baru dipikirkan ketika masa kerja berakhir, tetapi sebagai bagian dari perjalanan hidup yang perlu direncanakan sejak sekarang," ujar Henra dalam keterangan resminya, Senin (7/9).
Edukasi dan Senam Sehat Mewarnai Kick Off
Alih-alih hanya seremoni, acara di FX Sudirman ini dimeriahkan dengan senam sehat dan zumba bersama instruktur Liza Natalia. Pengunjung juga bisa menjelajahi booth interaktif dari TASPEN Group, OJK, ADPLK/ADPI, ASABRI, dan BPJS Ketenagakerjaan.
Ada pula talkshow finansial bersama perencana keuangan Prita Ghozie yang mengangkat topik "Pensiun Bukan Lagi Pilihan, tapi Kebutuhan untuk Nyaman di Hari Nanti". Panitia juga menyiapkan kuis dan doorprize menarik bagi peserta yang hadir. Kegiatan serupa berlangsung serentak di Bandung dan Semarang.
Mengapa Bulan Dana Pensiun Digelar Setiap Juli?
Setelah edisi perdana di 2026 ini, Bulan Dana Pensiun Indonesia akan menjadi agenda tahunan yang jatuh setiap bulan Juli. Penetapan bulan Juli bukan tanpa alasan historis. Angka tersebut merujuk pada penyelenggaraan Konferensi Kesejahteraan Pegawai Negeri yang pertama kali digelar pada 24-26 Juli 1960. Selain itu, BPJS Ketenagakerjaan juga memulai program Jaminan Pensiun pada 1 Juli 2015.
Rangkaian acara tidak berhenti di Jakarta. Ke depan, program edukasi dan literasi akan berlanjut ke berbagai daerah, termasuk talkshow di Universitas Sumatera Utara. Puncaknya, TASPEN dan OJK akan menggelar Indonesia Pension Fund Summit (IPFS) 2026 yang dirancang sebagai forum strategis untuk memperkuat ekosistem dana pensiun nasional.
Dukungan Penuh Pemerintah dan Regulator
Kegiatan ini dibuka secara seremonial oleh Menteri Ketenagakerjaan Yassierli dan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Rini Widyantini. Hadir pula Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi, jajaran direksi TASPEN seperti Direktur Operasional Tribuna Phitera Djaja, serta perwakilan PT ASABRI (Persero), BPJS Ketenagakerjaan, ADPI, dan ADPLK.
Langkah ini sejalan dengan Asta Cita Presiden Republik Indonesia dalam mendorong penguatan sistem perlindungan sosial yang adaptif, inklusif, dan berkelanjutan. TASPEN, yang berperan sebagai Center of Excellence dalam penyelenggaraan jaminan sosial bagi ASN dan Pejabat Negara, berkomitmen terus menghadirkan inovasi layanan dan kolaborasi untuk membangun ekosistem dana pensiun yang lebih inklusif.