PALANGKA RAYA — Langit Kalimantan Tengah malam ini menjadi panggung bagi peristiwa astronomi tahun 2026. Blue Moon, atau bulan purnama kedua dalam satu bulan kalender, diprediksi terlihat jelas mulai senja hingga malam hari. Ika Prita menyebut kondisi cuaca yang cerah hingga berawan menjadi faktor utama yang memungkinkan warga menikmati pemandangan langit tersebut tanpa bantuan teleskop.
Apa Itu Blue Moon dan Kenapa Disebut Langka?
Blue Moon adalah istilah astronomi untuk bulan purnama kedua yang muncul dalam satu bulan kalender. Pada Mei 2026, purnama pertama terjadi pada 1 Mei, dan purnama kedua mencapai puncaknya pada 31 Mei. Fenomena ini rata-rata hanya berulang setiap dua hingga tiga tahun sekali.
"Peristiwa ini tergolong jarang karena rata-rata hanya terjadi sekali dalam rentang dua hingga tiga tahun," ujar Ika. Meski namanya Blue Moon, warna Bulan tidak berubah menjadi biru. Wujudnya tetap putih kekuningan seperti purnama pada umumnya, menurut penjelasan dari NASA Space Place.
Daya Tarik Tambahan: Bulan dan Antares Berdekatan
Menariknya, pada malam yang sama, Bulan akan tampak berdekatan dengan Antares, bintang merah terang yang menjadi pusat perhatian di konstelasi Scorpio. Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mengonfirmasi kedekatan dua objek langit ini akan menambah daya tarik pengamatan bagi masyarakat.
"Kedekatan Bulan dengan Antares diperkirakan menjadi daya tarik tambahan bagi para pengamat langit di Kalimantan Tengah," tambah Ika.
Waktu dan Lokasi Terbaik untuk Mengamati
Waktu terbaik menikmati fenomena ini adalah saat Bulan mulai muncul di langit timur pada malam hari. Ika menyarankan masyarakat untuk memilih lokasi terbuka yang minim gangguan bangunan, pepohonan, dan polusi cahaya agar pemandangan langit lebih jelas. Meski ada potensi hujan ringan hingga sedang di beberapa titik, langit yang relatif cerah memungkinkan Blue Moon tetap terlihat di sebagian besar wilayah Kalteng.
"Blue Moon menjadi pengingat bahwa peristiwa langit yang langka masih dapat dinikmati langsung oleh masyarakat tanpa bantuan alat khusus," kata Ika. Jika cuaca tetap bersahabat, warga Kalteng berkesempatan menjadi saksi salah satu fenomena astronomi paling menarik tahun ini sekaligus menutup Mei dengan pemandangan langit yang tidak datang setiap saat.