KALIMANTAN TENGAH — Lontaran abu berwarna kelabu hingga coklat terpantau condong ke arah barat daya. Tinggi kolom abu terukur mencapai 1.000 meter di atas puncak kawah. PVMBG masih menetapkan status Gunung Lewotobi Laki-laki pada Level III atau Siaga.
Radius Bahaya dan Imbauan untuk Warga Sekitar
PVMBG merekomendasikan warga di sekitar gunung dan pengunjung untuk tidak melakukan aktivitas dalam radius dua kilometer dari pusat erupsi. Perluasan radius hingga tiga kilometer ke arah sektor barat laut dan utara juga diberlakukan.
Masyarakat di lereng gunung diminta mewaspadai potensi ancaman lain. Banjir lahar dingin dapat terjadi jika material erupsi tercampur air hujan di sungai-sungai yang berhulu di puncak.
Dampak Abu Vulkanik ke Penerbangan dan Kesehatan
Abu vulkanik yang terbawa angin berpotensi mengganggu jarak pandang dan operasional penerbangan di Bandara Gewayantana, Larantuka. Maskapai penerbangan telah mendapat notifikasi untuk meningkatkan kewaspadaan saat melintasi wilayah terdampak.
Kepala Pos Pengamatan Gunung Lewotobi Laki-laki, Heronimus Lamawuran, mengimbau warga yang beraktivitas di luar rumah menggunakan masker. "Abu vulkanik dapat mengiritasi saluran pernapasan jika terhirup dalam konsentrasi tinggi," ujarnya.
Rekomendasi Penanganan Air Bersih
PVMBG juga memperingatkan potensi hujan abu di permukiman. Warga diminta menutup sumber air bersih seperti sumur dan bak penampungan untuk mencegah kontaminasi. Pemerintah Kabupaten Flores Timur telah menyiagakan posko darurat di Kecamatan Wulanggitang dan Ile Bura.
Data PVMBG menunjukkan erupsi serupa terjadi pada awal tahun lalu, namun ketinggian kolom abu saat itu mencapai 1.500 meter. Aktivitas vulkanik Gunung Lewotobi Laki-laki terus dipantau secara ketat oleh petugas di lapangan.