Pencarian

Arsenal Kalah Dramatis dari PSG di Final Champions, Gabriel Gagal Eksekusi Penalti Penentu

Minggu, 31 Mei 2026 • 02:15:01 WIB
Arsenal Kalah Dramatis dari PSG di Final Champions, Gabriel Gagal Eksekusi Penalti Penentu
Arsenal gagal menembus pertahanan PSG dalam laga final Champions di Budapest.

KALIMANTAN TENGAH — Pertandingan yang berlangsung sejak pukul 17.00 BST di Budapest ini menyajikan duel taktik kelas dunia. Arsenal, yang dinilai hampir sempurna dalam bertahan, sukses meredam agresivitas PSG hingga waktu normal dan perpanjangan waktu usai tanpa gol. Namun, drama puncak terjadi dalam babak adu penalti.

Eze dan Gabriel Gagal, PSG Tak Terbendung

Momen paling pahit bagi Arsenal terjadi ketika Eberechi Eze gagal mengeksekusi penalti setelah bola yang ia arahkan meleset ke samping tiang gawang. Kiper PSG, Safonov, nyaris tak bergerak, namun Eze gagal menempatkan bola dengan sempurna.

Puncaknya, Gabriel—yang menjadi pilar pertahanan Arsenal—maju sebagai algojo penentu. Sayang, eksekusinya gagal dan membuat PSG berpesta. Momen sportivitas terlihat ketika pelatih Mikel Arteta memeluk Eze, sementara Marquinhos dari PSG menghibur Gabriel di momen terburuk kariernya.

Raya Heroik, tapi Safonov Lebih Gemilang

David Raya, kiper Arsenal, sempat memberi harapan dengan penyelamatan gemilang ke sisi kirinya. Namun, PSG memiliki Safonov yang tengah dalam performa terbaik. Kiper asal Rusia itu sebelumnya telah menyelamatkan empat penalti di Piala Interkontinental musim ini. Secara total, PSG telah memenangkan tiga trofi lewat adu penalti musim ini: Piala Super, Piala Prancis, dan Piala Interkontinental.

Statistik: Pertahanan Kokoh, Serangan Minim

Arsenal hanya mencatatkan satu peluang di babak pertama melalui sepakan Barcola yang membentur sisi jaring. Mereka baru mendapatkan tendangan sudut pertama pada menit ke-92 lewat umpan silang Madueke yang berhasil dipotong Pacho. Sepanjang laga, PSG mendominasi penguasaan bola dan terus menekan, namun pertahanan disiplin Arsenal membuat mereka frustrasi hingga babak perpanjangan waktu.

Kontroversi Penalti Madueke dan Penyesalan Arteta

Insiden kontroversial terjadi pada menit ke-103 ketika Madueke dijatuhkan Nuno Mendes di kotak terlarang. Wasit tidak memberikan penalti, dan VAR memutuskan untuk tidak campur tangan karena tayangan ulang tidak cukup meyakinkan. Pelatih Arsenal, Mikel Arteta, disebut menyesal tidak memasukkan Mikel Merino khusus untuk adu penalti, meski strategi bertahan Arsenal diakui brilian melawan tim terbaik dunia.

Kekalahan ini menjadi yang ketiga bagi Arsenal dalam dua final Eropa setelah kalah dari Valencia (1980) dan Galatasaray (2000). Sementara itu, PSG merayakan status mereka sebagai salah satu klub terhebat dalam sejarah sepak bola—setidaknya dalam 10 besar—dan disebut sebagai tim terbaik sejak era Barcelona-nya Pep Guardiola.

Bagikan
Sumber: theguardian.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks