Eks Polisi Terpidana Seumur Hidup Ditemukan Tewas di Sel Isolasi, Sempat Gagal Kabur Sepekan Sebelumnya

Penulis: Nanda Firmansyah  •  Minggu, 31 Mei 2026 | 19:32:01 WIB
Anton Kurniawan ditemukan tewas di sel isolasi Lapas Kelas IIA Palangka Raya pada Sabtu malam.
Terpidana Seumur Hidup Ditemukan Tewas di Sel Isolasi, Sempat Gagal Kabur Sepekan Sebelumnya LEAD: Anton Kurniawan, mantan Brigadir Polri yang divonis seumur hidup atas pembunuhan berencana, ditemukan tewas di sel isolasi Lapas Kelas IIA Palangka Raya, Sabtu (30/5/2026) malam. Jasadnya baru diketahui petugas saat pengecekan pukul 23.35 WIB setelah ia tak merespons panggilan. Kematian ini terjadi hanya sepekan setelah upaya pelariannya dari lapas yang sama berhasil digagalkan. ISI:

KALIMANTAN TENGAH — Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Kalimantan Tengah, I Putu Mardiana, mengonfirmasi penemuan jasad Anton pada Minggu (31/5/2026). Petugas menemukan korban dalam posisi tertelungkup di lantai sel, tubuh sudah lemas. "Pada pukul 20.30 WIB, korban dipantau masih dalam kondisi aman di dalam selnya," ujarnya.

Kronologi: Dari Sel Aman hingga Tak Bernyawa

Anton sebelumnya ditempatkan di sel isolasi sebagai sanksi disiplin. Upaya kaburnya pada 23 Mei 2026 digagalkan petugas saat ia berusaha membobol lapas. Petugas melakukan kontrol rutin setiap jam, dan pada pukul 20.30 WIB kondisi Anton masih terpantau normal.

Kecurigaan muncul saat pengecekan berikutnya pukul 23.35 WIB. Petugas memanggil namanya berkali-kali, namun tidak ada respons. Setelah pintu sel dibuka paksa, Anton ditemukan sudah tidak bernyawa. Pihak lapas segera berkoordinasi dengan Polsek Bukit Batu dan Polresta Palangka Raya untuk proses evakuasi.

Hasil Otopsi Sementara: Tak Ada Tanda Kekerasan

Jenazah Anton langsung dibawa ke Ruang Forensik Rumah Sakit Bhayangkara Palangka Raya pada Minggu siang untuk visum dan autopsi. Pemeriksaan sementara tim medis tidak menemukan tanda-tanda kekerasan fatal pada tubuh korban. Dugaan kuat penyebab kematian adalah gangguan kesehatan mendadak.

Meski demikian, kematian mantan polisi ini memicu pertanyaan publik, terutama karena terjadi tak lama setelah aksi nekatnya melarikan diri. Anton adalah terpidana kasus penembakan sopir mobil ekspedisi yang divonis seumur hidup pada tahun 2024. Sebelumnya, ia pernah menjadi sorotan media karena aksi kaburnya yang gagal.

Pihak Berwenang Masih Menunggu Hasil Visum Lengkap

Proses autopsi masih berlangsung. Kepolisian dan lapas menunggu hasil visum lengkap untuk memastikan penyebab pasti kematian Anton. Belum ada pernyataan resmi dari keluarga atau kuasa hukum terkait dugaan malpraktik atau kelalaian petugas lapas.

Kantor Wilayah Ditjenpas Kalteng memastikan akan memberikan keterangan lebih lanjut setelah seluruh proses forensik rampung. Sementara itu, petugas lapas memperketat pengawasan di blok isolasi untuk mengantisipasi insiden serupa.

Reporter: Nanda Firmansyah
Sumber: kalteng.inews.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top