Pencarian

Gubernur Kalteng Salurkan 3.500 Paket Bantuan Pangan untuk Mahasiswa Terdampak Karhutla di Palangka Raya

Rabu, 23 September 2026 • 13:31:01 WIB
Gubernur Kalteng Salurkan 3.500 Paket Bantuan Pangan untuk Mahasiswa Terdampak Karhutla di Palangka Raya
Gubernur Kalteng menyerahkan 3.500 paket bantuan pangan bagi mahasiswa terdampak karhutla di Palangka Raya.

PALANGKA RAYA — Sebanyak 3.500 paket bantuan pangan disalurkan Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah kepada mahasiswa yang terdampak kebakaran hutan dan lahan. Penyerahan berlangsung di Halaman Istana Isen Mulang, Palangka Raya, dan menyasar mahasiswa dari berbagai kampus di ibu kota provinsi.

Bantuan menyasar mahasiswa yang tinggal jauh dari orang tua, terutama mereka yang berasal dari daerah pelosok. Kabut asap dinilai ikut menekan penghasilan orang tua mereka di kampung.

Mahasiswa dari Daerah Pelosok Paling Merasakan Dampak

Gita Belia Anggraini, mahasiswa Program Studi Sosiologi Universitas PGRI Palangka Raya, menyebut bantuan itu membantu mahasiswa yang orang tuanya menggantungkan hidup dari sektor yang terdampak kabut asap.

"Sangat bermanfaat untuk kami yang dari daerah pelosok karena mata pencaharian orang tua kami di daerah sana sangat kurang, apalagi dampak kabut asap," tuturnya.

Gita menambahkan, mahasiswa juga telah bergerak membantu masyarakat dengan membagikan masker dan vitamin selama masa karhutla.

Hal serupa disampaikan Jessy Rahmawati, mahasiswa Psikologi Universitas Muhammadiyah Palangka Raya asal Tumbang Senamang, Katingan Hulu. Ia mengapresiasi perhatian pemerintah terhadap warga di tengah bencana asap.

"Hal-hal yang telah Pak Gubernur lakukan untuk kami itu sangat berguna," katanya.

Jessy juga mengajak mahasiswa dan masyarakat agar tidak mudah terpengaruh informasi yang belum benar di media sosial.

Mahasiswa Rantau dan Anak Kos Ikut Terbantu

Elsa Septiana, mahasiswa AKBID Betang Asi Raya asal Lamandau, menilai bantuan itu sangat berarti bagi mahasiswa yang harus hidup mandiri jauh dari keluarga. Menurutnya, kabut asap membuat orang tua di kampung semakin sulit mencari penghasilan.

"Sangat membantu untuk mahasiswa yang jauh dari orang tua, apalagi kebakaran dan kabut asap membuat orang tua jadi susah mata pencahariannya," ujarnya.

Elsa yang bercita-cita menjadi bidan menyampaikan keinginannya kembali ke daerah asal setelah lulus dan mengabdi kepada masyarakat.

Dari kalangan mahasiswa perantau, Rafli Abdullah Putra, mahasiswa UIN Palangka Raya asal Bekasi, Jawa Barat, menilai bantuan kebutuhan pangan dapat meringankan pengeluaran harian anak kos.

"Bantuan seperti pangan seperti ini sangat membantu kami sebagai mahasiswa yang lagi ngekos," kata Rafli.

Ia menambahkan, mahasiswa melalui organisasi kampus juga kerap ikut turun membantu ketika terjadi kebakaran di tengah masyarakat.

Apresiasi Mahasiswa dan Seruan Waspada Hoaks

Salah seorang mahasiswa Universitas Palangka Raya (UPR), Amelia, mengaku senang sekaligus terbantu dengan bantuan yang diberikan Pemprov Kalteng. Menurutnya, karhutla turut memberikan dampak bagi mahasiswa, termasuk mereka yang harus bertahan hidup jauh dari keluarga.

"Dengan dampak kebakaran hutan ini kami merasa banyak sekali teman-teman, terutama saya yang terdampak dan dengan bantuan ini kami merasa sangat terbantu," ungkap Amelia.

Amelia Sandra, mahasiswa IAKN Palangka Raya dari Program Studi Pendidikan Agama Kristen, menyebut bantuan pangan berguna bagi mahasiswa secara luas dan mendukung program pemerintah daerah.

"Bantuan pangan untuk mahasiswa ini berguna bagi mahasiswa semuanya dan semua program dari Pak Gubernur juga semua didukung," ujarnya.

Follow kabarpalangkaraya.id

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: haikalteng.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks