Pencarian

Pembangkit NDC-3 Blok Rokan Beroperasi Normal, Pasokan Listrik 95 MW Pulih

Rabu, 23 September 2026 • 08:37:31 WIB
Pembangkit NDC-3 Blok Rokan Beroperasi Normal, Pasokan Listrik 95 MW Pulih
Pembangkit NDC-3 di Blok Rokan kembali beroperasi normal pada beban baseload 95 MW.

KALIMANTAN TENGAHPT PLN Mandau Cipta Tenaga Nusantara (PLN MCTN) menyatakan pembangkit listrik North Duri Cogeneration (NDC)-3 di Blok Rokan kembali beroperasi normal setelah rampungnya commissioning pada 21 September 2026. Kepala SKK Migas Djoko Siswanto menyebut unit tersebut kini berjalan pada beban baseload 95 MW sekaligus memproduksi uap untuk mendukung operasi hulu migas. Pulihnya NDC-3 menjaga keandalan pasokan energi bagi PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) yang mengelola salah satu wilayah kerja migas terbesar di Indonesia.

Paragraf pembuka: Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Djoko Siswanto memastikan seluruh parameter operasi NDC-3 telah memenuhi syarat yang ditetapkan. Pernyataan itu disampaikan setelah rangkaian perbaikan yang memakan waktu beberapa bulan tuntas, lalu dilanjutkan dengan tahap commissioning. Perbaikan ini menyusul gangguan operasional yang sempat menekan keandalan pasokan listrik dan uap di wilayah kerja Blok Rokan.

Beroperasi Mode Cogeneration

Unit NDC-3 kini dioperasikan dengan mode cogeneration, yaitu menghasilkan listrik sekaligus memanfaatkan panas buang dari proses pembangkitan untuk memproduksi uap. Djoko menyebut pembangkit tersebut berjalan pada beban baseload 95 MW, dengan Heat Recovery Steam Generator (HRSG) sebagai perangkat penghasil uap.

"Sehubungan dengan telah selesainya rangkaian commissioning NDC-3 pada 21 September 2026 dengan semua parameter operasi saat ini, unit NDC-3 telah dideklarasikan mampu beroperasi normal," kata Djoko dalam keterangannya, Selasa malam (22/9).

"Saat ini unit-3 beroperasi dengan mode cogeneration pada beban baseload 95 MW dan HRSG untuk memproduksi uap," ujarnya menambahkan.

Uap yang dihasilkan pembangkit memiliki peran langsung dalam kegiatan operasi hulu migas, terutama untuk kebutuhan injeksi uap pada program peningkatan perolehan minyak. Tanpa pasokan uap yang stabil, sejumlah sumur tua di Blok Rokan berisiko kehilangan tekanan produksinya.

Mengapa Blok Rokan Bergantung pada Listrik dan Uap

Blok Rokan merupakan salah satu wilayah kerja migas terbesar di Indonesia. Lapangan-lapangannya tergolong tua sehingga membutuhkan dukungan teknologi dan infrastruktur agar produksi bisa dipertahankan, bahkan ditingkatkan. Salah satu teknologi yang dikembangkan adalah injeksi uap untuk mendorong perolehan minyak dari reservoir.

Karena itu, keandalan sistem kelistrikan dan pasokan uap menjadi prasyarat utama, khususnya saat program peningkatan produksi melalui Enhanced Oil Recovery (EOR) berjalan. EOR menuntut pasokan energi yang tidak boleh terputus, sebab prosesnya berlangsung terus-menerus di lapangan.

PLN MCTN, anak usaha PT PLN (Persero), bertanggung jawab menyediakan listrik dan uap bagi operasi Blok Rokan yang dikelola PT Pertamina Hulu Rokan (PHR). Kembalinya NDC-3 ke kondisi normal berarti dukungan energi bagi kegiatan operasi tersebut kembali utuh.

Dampak ke Produksi dan Rencana Berikutnya

Dengan NDC-3 beroperasi pada beban baseload 95 MW sekaligus memproduksi uap, pasokan energi untuk Blok Rokan diharapkan lebih stabil dibanding periode perbaikan. Stabilitas ini menjadi modal bagi PHR untuk menjaga tingkat produksi sekaligus melanjutkan program injeksi uap di lapangan-lapangan tua.

Perbaikan NDC-3 menambah daftar pekerjaan rumah infrastruktur energi di wilayah kerja Rokan. Pembangkit berusia puluhan tahun ini harus dijaga keandalannya agar target produksi nasional tidak terganggu. Pemerintah sendiri menempatkan Blok Rokan sebagai salah satu penopang utama lifting minyak dalam beberapa tahun ke depan.

Bagi pembaca di luar sektor migas, sederhananya begini: listrik dan uap dari NDC-3 adalah "jantung" yang membuat pompa-pompa minyak di Rokan tetap berdenyut. Ketika jantung itu berhenti, produksi minyak ikut melambat, dan efeknya terasa sampai ke penerimaan negara.

Penutup: Normalnya operasi NDC-3 menutup babak perbaikan yang sempat menimbulkan ketidakpastian pasokan energi di Blok Rokan. Yang tersisa kini adalah pekerjaan jangka panjang: menjaga keandalan pembangkit agar program EOR dan target produksi PHR tidak lagi terganggu.

Follow kabarpalangkaraya.id

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: dunia-energi.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks