PALANGKA RAYA — Sebanyak 16 personel Polresta Palangka Raya mendapat penghargaan langsung dari Kapolresta Kombes Pol. Dedy Supriadi, Selasa (14/7/2026). Penghargaan diberikan di Lapangan Apel Mako Polresta sebagai bentuk apresiasi atas kinerja dan dedikasi yang dinilai menonjol.
Dari 16 personel yang menerima penghargaan, tiga di antaranya disebut secara khusus karena prestasinya di bidang pengungkapan kasus. AKP Eko Basuki Trimortiono bersama 14 personel lainnya berhasil mengungkap tindak pidana pembunuhan dan pencurian kendaraan bermotor (curanmor). Sementara Ipda Subiyanto Heri Widodo mendapat apresiasi atas keberhasilannya mengungkap kasus narkotika.
Brigadir Irsyad Nur Salim juga masuk dalam daftar penerima penghargaan. Ia dinilai berdedikasi sebagai Operator Quick Wins Polresta Palangka Raya, sebuah program yang menjadi salah satu prioritas kerja kepolisian di kota tersebut.
Penghargaan untuk Motivasi dan Profesionalisme
Kapolresta Palangka Raya Kombes Pol. Dedy Supriadi mengatakan pemberian penghargaan ini bukan sekadar seremoni. "Penghargaan ini merupakan bentuk apresiasi kepada personel yang telah menunjukkan dedikasi dan kinerja terbaik. Kami berharap hal ini menjadi motivasi bagi seluruh anggota untuk terus meningkatkan profesionalisme dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat," ujarnya.
Ia juga mengajak seluruh personel menjadikan penghargaan tersebut sebagai pemacu semangat untuk terus bekerja secara profesional, disiplin, dan berintegritas. "Diharapkan pemberian penghargaan ini semakin memotivasi personel untuk terus menorehkan prestasi dan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat," tutupnya.
Kapolresta Dorong Personel Terus Tingkatkan Integritas
Pemberian penghargaan seperti ini menjadi agenda rutin di lingkungan Polresta Palangka Raya. Selain sebagai bentuk apresiasi, langkah ini dinilai efektif untuk menjaga moral dan semangat kerja anggota di lapangan. Kombes Pol. Dedy Supriadi menekankan bahwa profesionalisme dan integritas menjadi kunci utama dalam setiap tugas kepolisian, terutama dalam menghadapi kasus-kasus berat seperti pembunuhan, curanmor, dan narkotika yang masih menjadi perhatian publik di Kalimantan Tengah.